Persija Jakarta Hormati Keputusan PSSI Tunda Lanjutan Liga 1 2020

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 49 2285734 persija-jakarta-hormati-keputusan-pssi-tunda-lanjutan-liga-1-2020-xu40otD47w.jpg Skuad Persija Jakarta Liga 1 2020. (Foto/Persija Jakarta)

JAKARTA – Persija Jakarta menghormati keputusan Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) yang menunda lanjutan Liga 1 2020, yang seharusnya kembali digelar pada 5 Oktober mendatang. Keputusan PSSI diambil setelah Kepolisian tidak memberikan izin kepada terkait kelanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020 karena kasus virus corona masih tinggi.

Menyikapi keputusan itu, Presiden Persija, Mohamad Prapanca menghormati keputusan yang diambil PSSI. Menurutnya keputusan PSSI telah dipertimbangkan secara matang dengan perhitungan mendalam.

Foto/Persija Jakarta

“Saat ini seluruh pemain dalam kondisi yang siap tempur menuju kompetisi,” kata Prapanca dalam pernyatannya mengutip laman Persija, Selasa (29/9/2020).

Baca juga: Arema FC Ambil Sisi Positif dari Penundaan Liga 1 2020

“Dengan adanya penundaan ini, maka Macan Kemayoran akan memanfaatkan waktu yang ada untuk lebih memaksimalkan persiapan,” tambah pernyataan tersebut.

Ia menjelaskan tim Persija tidak hanya akan melakukan persiapan dari segi teknis. Namun, pasukan yang dipimpin Sudirman ini juga mempersiapkan kebutuhan non teknis.

“Seluruh pemain dan ofisial dinyatakan negatif dari Covid-19. Hal ini membuktikan seluruh anggota tim selalu mematuhi protokol yang ada dan jangan sampai lengah,” ungkap Prapanca.

“Persija berharap, situasi kembali kondusif agar kompetisi berputar. Seluruh pemain, ofisial dan juga Jakmania jangan lengah terhadap pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Berharap November

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan berharap kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali bisa digelar bulan depan. Jika kompetisi digelar pada November 2020 akan selesai Maret 2021.

"Kalau dilanjutkan Desember atau Januari 2021, sulit bagi PT Liga Indonesia Baru untuk memutar kompetisi. Sebab, April sudah memasuki bulan puasa dan Mei-Juni, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20,” tuturnya saat jumpa pers melalui visual.

“Jadi kalau dipaksakan pun pada bulan Agustus 2021. Tetapi, itu juga sulit bagi PSSI dan klub-klub Liga 1 untuk mengikuti agenda FIFA dan AFC,'' tambah dia

ia menjelaskan, jika tidak ada kompetisi tahun ini hingga tahun depan akan menghilangkan satu generasi. Sebab dalam satu tahun banyak pemain yang tidak bisa mengikuti kompetisi, baik di Liga 1, Liga 2 maupun Liga 3.

''Tentunya akibat penundaan dari kompetisi ini, dampak langsungnya kepada pemain, perangkat pertandingan dan seluruh ekosistem sepakbola. Sebab mereka menggantungkan hidupnya dari sepakbola,'' tutur Iriawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini