Chelsea Takkan Pakai Satu Formasi Baku

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 45 2277885 chelsea-takkan-pakai-satu-formasi-baku-pX6HM6TBqG.jpg Frank Lampard tidak mau Chelsea terjebak satu pakem formasi (Foto: Twitter/@ChelseaFC)

FALMER Chelsea tampil dengan formasi yang tidak biasa ketika menghadapi Brighton & Hove Albion di Stadion Amex, Selasa (15/9/2020) dini hari WIB. Pada laga perdana Liga Inggris 2020-2021 itu, Frank Lampard menurunkan formasi 4-2-2-2 dengan Timo Werner dan Ruben Loftus-Cheek di depan.

Pakem tersebut sempat menyebabkan Chelsea kesulitan di awal-awal pertandingan. Brighton mampu mendominasi, tetapi sulit untuk menembus lini belakang yang digalang Kurt Zouma. Anak asuh Frank Lampard juga tak kuasa membongkar pertahanan The Seagulls.

Beruntung, Chelsea mendapatkan penalti pada menit 23 setelah Matt Ryan menjatuhkan Timo Werner di kotak terlarang. Eksekusi Jorginho dengan mulus menembus gawang kiper asal Australia itu. Di babak kedua, mereka menambah dua gol lagi lewat Reece James dan Kurt Zouma.

Baca juga: Lampard Komentari Debut Werner dan Havertz di Laga Kontra Brighton

Chelsea tundukkan Brighton 3-1 (Foto: Premier League)

Angka penuh itu menjadi awal yang bagus untuk petualangan Chelsea di Liga Inggris 2020-2021. Disinggung soal formasi yang tidak biasa, Frank Lampard mengakui masih meraba-raba formula yang tepat. Ia sendiri yakin tidak akan memakai satu pakem formasi baku untuk timnya musim ini.

“Saya tidak mau memaku kami semua hanya dengan satu sistem permainan saja. Ketika kami punya 3-4 pemain yang bisa tampil sebagai nomor 10, kami ingin mampu beradaptasi dengan situasi itu,” papar Frank Lampard selepas laga, dilansir dari Goal, Selasa (15/9/2020).

“Kami memiliki banyak pemain bertipe menyerang. Saya ingin anak-anak bermain lebih cair dan bebas bergerak. Kami belum mencapai apa yang diharapkan, tetapi akan terus bekerja keras,” sambung pria berusia 42 tahun tersebut.

Chelsea memang surplus untuk posisi pemain nomor 10 alias gelandang serang di tengah. Untuk posisi tersebut, mereka memiliki Mason Mount, Kai Havertz, Ross Barkley, Ruben Loftus-Cheek, dan Christian Pulisic. Dari lima nama itu, hanya satu yang tidak muncul di daftar pemain, yakni Pulisic.

Frank Lampard langsung menduetkan Mason Mount dan Kai Havertz sebagai pemain bernomor 10 di laga itu. Sedangkan Ruben Loftus-Cheek didorong lebih ke depan untuk menemani Timo Werner. Sementara itu, posisi dua gelandang bertahan dipercayakan kepada Jorginho dan N’Golo Kante.

Sesuai penuturan Frank Lampard, formasi tersebut bisa diubah pada laga-laga berikut seiring pulihnya Hakim Ziyech dan Christian Pulisic. Keduanya bisa diturunkan sebagai winger dan andal ketika bermain melebar sehingga akan menambah opsi buat Frank Lampard.

Hasil positif itu menempatkan Chelsea di peringkat tiga klasemen sementara dengan nilai tiga. Itu juga menjadi modal positif jelang laga pekan kedua melawan Liverpool di Stadion Stamford Bridge, Minggu 20 September 2020 malam WIB.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini