Musim 2019-2020 Berakhir Buruk, Mascherano Nilai Barcelona Berada dalam Krisis

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 20 Agustus 2020 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 20 46 2264828 musim-2019-2020-berakhir-buruk-mascherano-nilai-barcelona-berada-dalam-krisis-NzGjEjgPnu.jpg Barcelona (Foto: Twitter/@LaLiga)

LA PLATA – Mantan pemain Barcelona, Javier Mascherano, menilai Blaugrana –julukan Barcelona– sedang berada dalam krisis. Ini dibuktikan dalam hasil buruk yang diraih Barcelona pada musim 2019-2020.

Tercatat, tak ada satu gelar pun yang mampu diraih Barcelona pada musim ini. Terakhir, Barcelona tampil memalukan saat takluk dari Bayern Munich dengan skor telak 2-8 di perempatfinal Liga Champions 2019-2020.

Barcelona

Kekalahan itu pun kemudian berdampak besar pada karier kepelatihan Quique Setien yang akhirnya menderita pemecatan. Namun di luar itu semua, Mascherano juga menilai bahwa Barcelona tengah mengalami krisis besar.

Pasalnya ini merupakan pencapaian terburuk bagi Barcelona yang tampil buruk di berbagai ajang. Pada kompetisi Liga Spanyol saja, mereka gagal mempertahankan posisi puncaknya di akhir kompetisi dan merelakan gelar juara kepada Real Madrid.

Baca juga Koeman Ingin Bicara Langsung dengan Messi untuk Minta Tetap di Barcelona

Pada ajang Copa del Rey mereka tampil kurang menjanjikan. Bahkan untuk menembus babak semifinal pun mereka tak sanggup. Kala itu, Lionel Messi dan kawan-kawan menyerah dari Athletic Bilbao di babak perempatfinal.

Hal ini kemudian mengundang perhatian para mantan pemain tak terkecuali Mascherano. Pemain berpaspor Argentina itu berharap Barcelona bisa kembali ke jalurnya dan menemukan kembali filosofi permainan. Terlebih Barcelona kini telah mendapat pelatih baru yang juga mantan pemain Barcelona yakni Ronald Koeman.

“Yang saya tahu adalah apa yang saya baca dan apa yang saya dengar,” ungkap Mascherano, mengutip dari Marca, Kamis (20/8/2020).

“Saya belum berbicara dengan Leo (Messi) atau yang lainnya karena ini bukan waktunya untuk melakukannya,” tambah pemain berusia 36 tahun tersebut.

Barcelona

“Mengetahui klub ini, saya pikir kita sedang mengalami krisis. Itu adalah klub yang tidak hanya menuntut hasil, tetapi juga gaya sepakbola yang menyenangkan para pendukung,” lanjutnya.

“Para pendukung menuntut klub untuk meletakkan kembali dasar dari klub beberapa tahun lalu dan untuk memulai kembali filosofi yang telah dibuat dan Barcelona berbeda dari klub lain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini