Beda dengan Pirlo, Ronaldo dan Ronaldinho Tak Mungkin Jadi Pelatih

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 51 2260150 beda-dengan-pirlo-ronaldo-dan-ronaldinho-tak-mungkin-jadi-pelatih-Bz13etkhTs.jpg Ronaldinho (Foto: Instagram/@ronaldinho)

MILAN – Mantan CEO AC Milan, Adriano Galliani, sejatinya tak terlalu terkejut dengan ditunjuknya Andrea Pirlo sebagai pelatih Juventus. Sebab, Galliani dari dulu sudah melihat bahwa Pirlo memiliki bakat untuk menjadi seorang pelatih.

Disebutkan oleh Galliani bahwa Pirlo sudah senang menganalisis pertandingan semasa masih menjadi pemain. Tidak hanya itu, Pirlo juga memperhatikan tim lawan dengan sangat baik.

Galliani pun tak memungkiri bahwa Pirlo adalah sosok yang cerdas. Maka dari itu, ia memiliki keyakinan bahwa mantan pemainnya tersebut bakal memiliki pekerjaan yang bagus di Juve.

Baca juga: Rumah Tangga Pirlo Rusak karena Perempuan Kenalan Keluarga Agnelli

Andrea Pirlo

“Dia (Pirlo) sudah menjadi pelatih ketika dia bermain. Jika saya harus menggunakan satu kata untuk mendefinisikan Andrea, itu adalah cerdas. Kata sifat itu benar-benar merangkumnya. Dia juga selalu belajar. Dia mempelajari lawan, tempat kami bermain, situasinya,” jelas Galliani, menyadur dari Football Italia, Selasa (11/8/2020).

Selain Pirlo, sebenarnya banyak mantan pemain Milan yang kini berkiprah sebagai pelatih. Sebut saja nama-nama seperti Gennaro Gattuso, Filippo Inzaghi, Alessandro Nesta, Andriy Shevchenko, Cristian Brocchi, hingga Roberto De Zerbi.

Jika ada di antara para mantan pemainnya yang diyakini Galliani tidak akan menjadi pelatih, maka mereka adalah Ronaldo Luis Nazario de Lima dan Ronaldinho. Sebab, semasa masih menjadi pemain, kedua orang Brasil itu kerap abai dengan berbagai hal.

Berbeda dengan Pirlo, Ronaldinho dan Ronaldo sejatinya tak membahas atau mempelajari pertandingan yang telah berlalu. Bahkan, Ronaldo cukup sering bersikap tidak disiplin dan meremehkan lawan. Menurut Galliani, tipikal pemain seperti itu tak akan mungkin menjadi pelatih.

“Dia (Ronaldinho) bahkan tidak tahu atau tidak peduli siapa yang dia lawan. Sehari setelahnya, dia sudah lupa. Seolah-olah pihak lawan sama sekali tidak relevan baginya,” beber Galliani.

Ronaldo dan Ronaldinho

“Ronaldo juga tidak belajar. Saya ingat suatu hari sebelum pertandingan keduanya untuk kami, melawan Siena, dia makan dua piring besar pasta dan menggunakan setengah roti untuk mengepel semua saus juga. Ancelotti dan saya berkata kepadanya, ‘Fenomeno, Anda tahu kita punya pertandingan besok, jangan berlebihan,’” terang Galliano.

“Dia menjawab, 'Pemain yang menjaga saya tahu dia akan berurusan dengan Ronaldo, jadi itu merupakan masalah baginya.' Nah, dia mencetak dua gol. Fenomenal,” pungkas pria Italia tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini