LYON – Karena adanya pandemi Virus Corona (Covid-19) dan penangguhan kompetisi, maka penyelenggaraan Liga Champions 2019-2020 pun mengalami perubahan format. Hal ini dimaksudkan untuk mempersingkat dan mengefektifkan waktu penyelenggaraan supaya bisa selesai sebelum September 2020.
Selama ini, pertandingan babak perempatfinal dan semifinal dimainkan dalam dua leg. Akan tetapi, karena situasi saat ini sedang tidak kondusif, maka laga perempatfinal dan semifinal hanya akan dihelat satu kali saja.
Selain itu, semua pertandingan untuk babak perempatfinal, semifinal, dan final akan dimainkan di satu lokasi saja, yaitu Lisbon, Portugal. Lokasi ini dipilih karena dianggap sebagai tempat netral.
baca juga: Jelang Atalanta vs PSG, Laga Juventus Kontra Lyon Akan Jadi Acuan Gasperini

Menanggapi format baru tersebut, penyerang Olympique Lyon, Memphis Depay, menilai bahwa kini setiap tim memiliki kesempatan untuk bisa menjuarai Liga Champions. Sebab, jika kompetisi menggunakan sistem kandang dan tandang, maka umumnya hal itu bakal menguntungkan tim-tim besar.
Sementara itu, dengan format baru yang digunakan sekarang, setiap tim dituntut untuk tampil sempurna dalam setiap pertandingan. Dengan kata lain, mereka tak boleh tampil buruk sekalipun untuk bisa menjadi juara.
Pasalnya, jika pada satu kesempatan ada tim besar yang kepeleset alias memiliki hari yang buruk, maka mereka tak bisa membalasnya di leg kedua. Menggunakan format ini membuat Depay optimis bisa mengantarkan Lyon melaju hingga jauh.
Saat ini Lyon tengah berusaha untuk melewati hadangan Juventus di babak 16 besar. Pada leg pertama, Lyon menang dengan skor 1-0 dan akan melakoni leg kedua di Turin pada Sabtu 8 Agustus 2020 dini hari WIB.
Jika berhasil melewati hadangan Juventus tersebut, maka Lyon akan bisa ikut serta dalam pertandingan dengan format baru itu. Depay merasa cukup yakin timnya memiliki kemampuan untuk membuat Juve tersingkir. Meskipun diakuinya hal itu tak akan berlangsung mudah.
“Dengan aturan baru, siapa pun bisa menjadi favorit. Karena Anda tahu hanya ada satu pertandingan saja. Dan Juventus memiliki beberapa pemain yang sangat berpengalaman dalam hal bermain final,” terang Depay kepada UEFA, Selasa (4/8/2020).
“Sementara itu, kami, sebaliknya, memiliki banyak pemain muda yang tidak memiliki banyak pengalaman dengan tekanan bermain di final dan Liga Champions. Kita hanya harus melihat. Saya tahu bahwa kami memiliki tim yang sangat bersemangat dan kami jelas tidak takut,” lanjutnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.