SEBUAH tim sepakbola tidak hanya mengandalkan pemain saja untuk menjadi sukses. Seorang pelatih pun bisa menjadi kunci kesuksesan bagi sebuah tim yang berperan besar untuk mengarahkan pemain dan jenis permainan.
Tentu saja, pekerjaan terbesar dan terpenting dari seorang pelatih adalah membuat tim bermain dengan cara yang benar. Namun, tak jarang peran besar mereka bisa dilupakan begitu saja karena menurunnya performa dalam dua atau tiga pertandingan.
Berikut beberapa nama pelatih hebat, namun kurang mengalami nasib mujur sehingga saat ini harus menganggur. Mereka pun menjadi sasaran empuk dari beberapa tim untuk direkrut pada musim ini. Lalu siapa saja pelatih hebat yang tengah menganggur pada saat ini? Berikut kelima pelatih tersebut melansir dari Sportskeeda.
5. Leonardo Jardim
Jardim termasuk dalam pelatih yang sukses dalam menanangani tim. Beberapa tim yang pernah ia latih pun menuai kesuksesan seperti Braga, Olympiakos, Sporting Lisbon, dan AS Monaco. Sosoknya pun bersinar saat menukangi Monaco.
Pada saat itu, Jardim berhasil mengorbitkan bintang Kylian Mbappe serta membawa Monaco lolos hingga ke semifinal Liga Champions 2016-2017. Namun, setelah mencapai masa puncaknya, Jardim mengalami penurunan besar bersama Monaco.
Situasi memaksa manajemn Monaco memecatnya. Meski sempat kembali datang untuk membawa kebangkitan bagi Monaco, tetapi sekali lagi ia dipecat oleh klub yang berkompetisi di Liga Prancis tersebut.

4. Luciano Spalletti
Spalletti telah mengelola sejumlah klub sepakbola Italia, termasuk Udinese, Roma, dan Inter Milan. Masa-masa paling bersinarnya tentu saja saat menangani klub-klub di Italia. Tetapi, ia juga mampu berprestasi saat menangani Zenit Saint Petersburg.
Sementara saat bersama Roma, Spalletti menuai kesuksesan besar. Ia berhasil membawa Roma finis di urutan kedua pada Liga Italia 2016-2017. Sayangnya, ia tidak mempunyai hubungan baik dengan manajemen hingga akhirnya dipecat.
Saat bersama Inter, Spalletti tidak memenuhi harapan. Ia gagal memberikan penampilan terbaik untuk Inter hingga akhirnya ia dipecat. Kini, Spalletti pun menganggur.

3. Ernesto Valverde
Valverde dikenal karena keberhasilannya dalam menangani Barcelona. Ia berhasil membawa klub berjuluk Blaugrana tersebut meraih kesuksesan besar dengan memenangkan dua titel juara Liga Spanyol.
Namun, gaya bermain yang bergantung besar pada Lionel Messi dianggap sebagai kelemahan besar. Hingga akhirnya, ia kemudian mengalami pemecatan. Bagaimanapun, ia selalu sukses di mana pun berada, seperti saat menangani Athletic Bilbao dan Villarreal.
Valverde memiliki kiprah kepelatihan yang bagus. Karena itu tidak akan terlalu mengejutkan jika klub besar lain datang untuk merekrutnya.

2. Mauricio Pochettino
Sama seperti Valverde, Pochettino juga mengalami pemecatan di Tottenham Hotspur karena memiliki pemain andalan. Ia memiliki kesuksesan besar saat menangani Tottenham dan menjadi petarung tangguh di Liga Inggris.
Mungkin kurangnya trofi adalah alasan utama. Meski berhasil membawa Tottenham ke final Liga Champions, tetapi hal tersebut dirasa kurang cukup oleh manajemen Tottenham hingga harus memecat pelatih berpaspor Argentina tersebut.
Masih berusia 48 tahun, mantan pelatih Southampton dan Espanyol itu masih dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Pochettino pun memiliki sejumlah opsi menarik untuk dipilih karena ia layak untuk direkrut.

1. Massimiliano Allegri
Allegri menghabiskan lima musim fantastis bersama Juventus. Ia memenangkan gelar Liga Italia dalam semua lima musim bersama Juventus dan mencapai dua kali final Liga Champions. Sayang, Juventus mengalami kekalahan di dua final tersebut.
Mantan pelatih AC Milan secara luas dianggap sebagai salah satu dari lima pelatih terbaik di dunia. Ia juga terlibat dengan beberapa nama pemain besar seperti Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, Carlos Tevez, Andrea Pirlo, dan Gianluigi Buffon.
Ia sendiri tidak mengalami pemecatan dan memilih mengundurkan diri dari kursi pelatih Juventus. Kini setelah menganggur, Allegri menjadi incaran para klub-klub besar karena Allegri memiliki kemampuan melatih yang sudah tidak diragukan lagi.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)