MILAN – Rumor soal hengkangnya Lionel Messi ke Inter Milan terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Juru taktik I Nerazzurri, Antonio Conte, menyebut lebih mudah memindahkan Katedral Milano ketimbang membawa La Pulga ke Italia.
Seperti diketahui, media-media Italia ramai memberitakan Lionel Messi akan hengkang ke Inter Milan dalam waktu dekat. Sebab, sang ayah, Jorge, belum lama ini kedapatan membeli sebuah rumah di Kota Milan.
Sebetulnya, rumor Inter Milan yang tertarik menggunakan jasa Lionel Messi sudah merebak sejak 2018. Kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus pada musim panas 2018 menjadi penyebab utama. Messiah digosipkan ingin mengikuti jejak CR7 dengan berkarier di Italia.
Baca juga: Marotta: Messi ke Inter Milan? Itu Sepakbola Fantasi

Selepas pertandingan antara Inter Milan vs Napoli, rumor itu kembali mengemuka. Apalagi, sebuah stasiun televisi di China menggunakan wajah Lionel Messi yang menutupi Katedral Milano sebagai bahan promosi untuk pertandingan.
Antonio Conte langsung mengeluarkan komentar bernada lelucon terkait iklan promosi tersebut. Menurutnya, jauh lebih mudah memindahkan Katedral Duomo yang ikonik ketimbang menghadirkan Lionel Messi ke Inter Milan.
“Saya benar-benar berpegang erat dengan para pemain ini karena mereka sudah memberikan segalanya. Saya bisa jamin itu. Akan lebih mudah memindahkan Duomo ketimbang membawa Lionel Messi ke Inter,” ucap Antonio Conte, sebagaimana dilansir dari Football Italia, Rabu (29/7/2020).
Pernyataan senada diungkapkan Direktur Olahraga Inter Milan, Giuseppe ‘Beppe’ Marotta beberapa waktu lalu. Pria asal Italia itu menyebut kehadiran Lionel Messi di skuad La Beneamata hanya terjadi pada sepakbola fantasi.
Pria berusia 63 tahun itu kembali menegaskan sikapnya jelang laga antara Inter Milan vs Napoli. Menurutnya, sangat tidak mungkin membajak Lionel Messi. Kali ini, ia mengungkapkan aturan Financial Fair Play sebagai alasan.
“Tidak ada klub di Italia yang mampu menyelesaikan operasi transfer macam itu tanpa kontribusi besar dari pemilik. Jadi, dengan keberadaan aturan Financial Fair Play, kami harus mampu menghidupi klub dalam jangka panjang,” urai Beppe Marotta.
“Kami memang harus mengembalikan Serie A sebagai liga yang dihuni para pemain juara dan bukannya ditinggalkan. Debat selama ini berkutat pada hak siar, tetapi kami juga harus mengevaluasi apa yang dijual dan memang nama besar akan meningkatkan nilai merk,” tutup mantan petinggi Juventus itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.