“Saya mempelajari Alquran secara intensif tetapi saya juga mempelajari agama-agama lain. Namun, hanya melalui Alquran saya merasa para Nabi begitu dekat dengan saya - di sana (Quran) dan di masjid ketika saya pergi untuk sholat,” jelas pria 28 tahun itu.
Meski karier Mustafi sebagai pesepakbola terbilang bagus, namun ia tetap memprioritaskan agama dalam hidupnya. Sama seperti pemeluk agama Islam lainnya, Mustafi pun percaya akan adanya surga dan neraka.

Sebagai seorang Muslim, Mustafi tentunya mendambakan untuk bisa masuk ke dalam surga kelak. Maka dari itu, ketika pada suatu pertandingan ia bermain buruk, ia tak akan menanggapi hal tersebut dengan berlebihan. Karena itu bukanlah akhir dari segalanya.
“Agama saya sangat berarti bagi saya dan karier saya. Ini sangat membantu saya. Pada akhirnya, saya seperti orang lainnya di bumi yang menginginkan surga. Itu adalah tugas utama saya. Dan jika saya tampil buruk dalam pertandingan, itu bukan akhir dunia,” ujar Mustafi.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.