Ia menjelaskan, jika ada skuad Arema positif covid-19, maka harus mengikuti prosedur yang ada.
“Intinya, selama ini kalau ada yang reaktif, kami akan langsung sampaikan kepada yang berwenang, dalam hal ini Arema. Kami kembalikan kepada klub, kami sebatas memberikan rekomendasi terkait protokol kesehatan yang berlaku,” sambungnya.
Dokter Syifa menambahkan rapid test merupakan langkah screening, bukan diagnosis. Jadi, di awal sebelum menjalani sesi latihan jelang lanjutan Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang, melakukan tes memang perlu dilakukan.
“Ini sebagai titik awal, kemudian selama dua minggu dari Arema harus melakukan edukasi agar tidak sampai ada kasus terpapar covid-19. Selama tidak melanggar protokol kesehatan, maka aman-aman saja, tidak perlu tiap mau latihan harus menjalani rapid test,” pungkas dia.
(Ramdani Bur)