Share

Pengakuan Eks Penggawa Liverpool yang Bangkit dari Keterpurukan Usai Memutuskan Jadi Mualaf

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 51 2246635 pengakuan-eks-penggawa-liverpool-yang-bangkit-dari-keterpurukan-usai-memutuskan-jadi-mualaf-AXxQ9eH7yY.jpg Abel Xavier (Foto: Reuters)

NAMA Abel Xavier mungkin sedikit asing bagi sebagian penggemar sepakbola. Namun, Full-back asal Portugal itu tercatat telah memperkuat sejumlah tim elite Eropa termasuk PSV Eindhovend, AS Roma, Everton, hingga Liverpool.

Setelah melanglang buana berkarier di beberapa tim Eropa, Abel Xavier kemudian memilih untuk pensiun sebagai pemain pada 2008. Klub asal Amerika Serikat, LA Galaxy menjadi tim terakhirnya sebagai pemain.

Meski namanya tak sebesar pemain top lain, banyak kisah menarik dalam perjalanan karier Abel Xavier selama berkarier sebagai pesepakbola profesional. Salah satunya adalah saat ia memutuskan untuk menjadi mualaf di pengujung kariernya.

Pada 2009 Xavier membuat pernyataan mengejutkan Abel Xavier menyatakan dirinya telah menjadi seorang mualaf. Bahkan, manatan bek Galatasaran itu juga mengganti namanya dengan Faisal Xavier.

Baca juga: Xavi Takjub dengan Kerelaan Hati Pemain Muslim di Barcelona

Xavier mengatakan selama mengenal Islam, dirinya merasa lebih tenang dan perlahan bisa membawanya keluar dari keterpurukan. Hal itu yang membuatnya mulai mempelajari hingga memutuskan untuk mualaf pada 2009 lalu.

“Islam membuatku bangkit dari keterpurukkan,” ujar Xavier.

Saat masih aktif bermain, Xavier dikenal sebagai sosok yang punya penampilan cukup nyentrik di lapangan, terutama urusan rambut. Selama merumput di lapangan hijau, ia pernah tampil dengan rambut vysvetlennye dan jambang berwarna blonde. Di lain kesempatan, ia mengecat jambang dan rambutnya dengan warna putih dan tetap menyisakan warna hitam di bagian akar rambutnya.

Selain itu, ia juga menjadi pemain yang memiliki banyak kontroversi. Diantaranya saat ia dinyatakan bersalah atas penggunaan doping bernama methandienone untuk meningkatkan stamina di lapangan.

Akibatnya, kala itu Xavier menerima larangan bermain 18 bulan dari UEFA, yang kemudian dikurangi hanya selama 12 bulan setelah banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atau the CAS dilakukan.

Berbagai masalah terus mengikutinya dan berlanjut saati a membela LA Galaxy. Pada 2008 ia sempat bersitegang dengan legenda sepakbola Belanda, Ruud Gullit. Xavier menganggap Gullit yang saat itu menjabat sebagi pelatih LA Galaxy terlalu pilih kasih dengan para pemainnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini