5 Pertandingan yang Hancurkan Reputasi Pemain Bintang

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 51 2242357 5-pertandingan-yang-hancurkan-reputasi-pemain-bintang-4IZQ4OsgfA.jpg Iker Casillas sudah pensiun dari sepakbola. (Foto: @Ikercasillas)

SEORANG pesepakbola membutuhkan waktu yang panjang untuk membangun reputasinya di lapangan hijau. Ketika sudah menembus deretan pemain top, mereka pun tidak bisa bersantai agar dominasi yang mereka tunjukkan tidak dirusak pemain lain.

Namun, sering kali reputasi yang sudah dibangun bertahun-tahun hancur begitu saja. Tidak jarang, reputasi yang sudah dibangun sang pemain bintang hancur dalam satu pertandingan! Ironisnya setelah pertandingan itu, karier si pemain perlahan-lahan menurun dan hilang begitu saja. Siapa saja?

Berikut 5 pertandingan yang hancurkan reputasi pemain bintang:

5. Spanyol vs Belanda (Iker Casillas)

Iker Casillas

Iker Casillas memimpin skuad Spanyol di Piala Dunia 2014 dengan kepercayaan diri tinggi. Sebab, saat itu La Furia Roja –julukan Spanyol– berstatus sebagai jawara Piala Eopa 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010. Namun, Spanyol justru hancur lebur di laga pembuka Grup B Piala Dunia 2014. Bertemu Belanda, Spanyol tumbang 1-4!

Sebenarnya Spanyol unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Xabi Alonso pada menit 27. Namun, Belanda sanggup membalikkan kedudukan lewat aksi Robin van Persie pada menit 44, 72, Arjen Robben (53’ dan 80’) dan Stefan De Vrij (64’). Dari lima gol itu, gol pertama Van Persie yang dicetak via sundulan kepala dan gol kedua Robben yang menggocek Casillas, benar-benar menjatuhkan mental suami dari Sara Carbonero tersebut.

Kekalahan itu pun berdampak kepada performa Spanyol dan Casillas. Setelah kalah dari Belanda, Spanyol ditumbangkan Cile 0-2 pada pertemuan kedua. Bahkan di laga pamungkas, Casillas tidak dimainkan pelatih Vicente del Bosque saat Spanyol menang 3-0 atas Australia. Sekadar informasi, Piala Dunia 2014 menjadi turnamen besar terakhir yang diikuti Casillas dalam statusnya sebagai kiper andalan Timnas Spanyol.

4. Brasil vs Prancis (Robert Carlos)

Brasil dijagokan memenangkan trofi Piala Dunia 2006 karena dihuni pemain-pemain top seperti Ronaldinho Gaucho, Ricardo Kaka, Ronaldo Luis hingga Adriano Leite. Namun, sayangnya jalan Brasil terhenti di perempatfinal setelah tumbang 0-1 dari Prancis. Saat itu, Roberto Carlos menjadi bulan-bulanan karena salah melakukan perhitungan.

BACA JUGA: 5 Pemain Muda yang Jadi Andalan Klub Liga Inggris Musim Depan, Nomor 1 Menggila Bareng Man United

Carlos yang berniat membuat jebakan offside saat Zinedine Zidane melepaskan tendangan bebas, justru memudahkan Thierry Henry untuk membobol gawang Brasil kawalan Nelson Dida. Kelar laga tersebut, Carlos yang membantu Brasil juara Piala Dunia 2002 tak pernah lagi menghiasi skuad Canarinha –julukan Timnas Brasil.

3. Inter Milan vs Tottenham Hotspur (Douglas Maicon)

Maicon

Douglas Maicon sempat disebut sebagai salah satu fullback kanan terbaik yang pernah ada. Kualitas Maicon terbukti membantu Inter Milan merebut treble winner pada 2009-2010. Namun, semusim kemudian status tersebut bak hilang begitu saja setelah Maicon dikecundangi winger yang kala itu berusia 22 tahun, Gareth Bale.

Bale yang beroperasi sebagai winger kiri membuat Maicon bak anak kecil dalam dua laga Inter Milan vs Tottenham di matchday ketiga dan keempat Grup A Liga Champions 2010-2011. Ketika Tottenham kalah 3-4 dari Inter di matchday ketiga, Bale mencetak hattrick! Kemudian ketika Tottenham menang 3-1 atas Inter di matchday keempat, Bale mencetak dua assist.

2. Arsenal vs Manchester United (Fabien Barthez)

Fabien Barthez

Barthez merupakan kiper Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Karena itu, pada musim panas 2000 Man United mendatangkan Barthez sebagai pengganti Peter Schmeichel yang angkat kaki pada musim panas 1999. Sayangnya, kualitas prima yang ditunjukkan Barthez bersama Prancis gagal diemulasikan bersama Man United.

Bahkan ketika Man United kalah 1-3 dari Arsenal di pekan ke-13 Liga Inggris 2001-2002, Barthez membuat blunder. Karena terlalu percaya diri, Barthez membuat dua kesalahan yang dimanfaatkanbomber Arsenal saat itu, Thierry Henry. Singkat kata, karier Barthez tak lagi jelas hingga akhirnya meninggalkan Man United pada musim panas 2004.

1. Prancis vs Brasil (Carlos Dunga)

Carlos Dunga

Dunga merupakan kapten Brasil saat menjuarai Piala Dunia 1994. Permainan apik Dunga dalam mengawal lini tengah Brasil juga ditunjukkan di Piala Dunia 1998. Terbukti, Dunga membantu Brasil lolos ke final Piala Dunia 1998 yang dilangsungkan di Prancis.

Hanya saja, dalam laga final yang mempertemukan tuan rumah Prancis vs Brasil, Dunga bermain jauh dari kata baik. Dunga terlihat seperti orang kebingungan sehingga menurunkan performa Brasil secara keseluruhan. Brasil pun kalah 0-3 dari Prancis lewat gol-gol yang dilesakkan Zinedine Zidane pada menit 27, 45+1 dan Emamnuel Petit (90+3).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini