Caballero Akui Dapat Ancaman Kematian Setelah Blunder di Piala Dunia 2018

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2020 00:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 29 51 2221234 caballero-akui-dapat-ancaman-kematian-setelah-blunder-di-piala-dunia-2018-bTBRA3xsPD.jpg Willy Caballero (Foto: AFP)

LONDON – Penjaga gawang Chelsea, Willy Caballero, mengungkapkan kalau dirinya mendapat pesan ancaman kematian setelah melakukan blunder di Piala Dunia 2018 kala membela Timnas Argentina. Kesalahan yang diakukan Caballero itu terjadi pada pertandingan melawan Timnas Kroasia di babak penyisihan grup.

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, laga melawan Kroasia menjadi semakin intens saat memasuki paruh kedua. Akan tetapi, di menit ke-53 Caballero melakukan blunder karena bola yang ditendangnya justru mengarah kepada Ante Rebic. Tanpa kesulitan, Rebic pun melepaskan tembakan voli dan membuat Kroasia unggul 1-0.

Baca juga: Lionel Messi Tak Sabar Tampil di Copa America

Argentina vs Kroasia

Pada akhirnya, pertandingan tersebut dimenangkan oleh Kroasia dengan skor 3-0 setelah Luka Modric dan Ivan Rakitic ikut mencatatkan namanya di papan skor. Meski Argentina kemudian mampu lolos dari fase grup, namun karier Caballero di tim nasional telah berubah 180 derajat.

Diakui oleh Caballero bahwa sejak pertandingan melawan Kroasia tersebut dirinya banyak mendapat pesan dengan nada ancaman. Tidak hanya itu, pelatih Jorge Sampaoli juga tidak pernah menggunakan jasa Caballero lagi untuk mengawal gawang Timnas Argentina. Kini, Franco Armani yang mendapat kepercayaan menjadi starter di Timnas Argentina.

"Perihal blunder untuk gol Kroasia, saya sebenarnya berniat untuk mengangkat bola dan memberikannya kepada Toto Salvio, tapi saya gagal. Bola memiliki efek yang tidak terduga dan pergi ke arah Rebic. Semua orang berpikir saya ingin mencungkilnya, tetapi tidak seperti itu,” jelas Caballero, seperti dilansir dari Goal, Jumat (29/5/2020).

“Saya tidak pernah menendang bola seperti itu dalam hidup saya. Sehari setelah kesalahan saya di Piala Dunia, semua orang memiliki nomor saya. Saya tidak bersenang-senang. Pesan yang sangat ekstrem dikirimkan kepada saya, termasuk ancaman kematian. Dan mereka membuat saya banyak berpikir tentang keluarga dan masa depan saya,” bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini