Arema FC Usulkan Liga 1 2020 Dilanjutkan dengan Sejumlah Catatan

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 49 2220560 arema-fc-usulkan-liga-1-2020-dilanjutkan-dengan-sejumlah-catatan-CnHqVUlRkG.jpg Arema FC (Foto: @AremafcOfficial/Twitter)

MALANG - Arema FC mengusulkan kompetisi Liga 1 tahun 2020 tetap dilanjutkan di tengah pandemi virus Corona. Akan tetapi, kelanjutan tersebut juga harus diserati dengan sejumlah catatan.

Manajer Umum Arema FC Ruddy Widodo, mengakui berdasarkan hasil rapat virtual yang dilakukan bersama 17 tim lainnya, pihaknya meminta kompetisi sebisa mungkin dilanjut. Tetapi, hal itu harus dilakukan dengan sejumlah catatan diantaranya melakukan rasionalisasi dan renegosiasi kontrak pemain dan pelatih.

Arema FC

"Arema FC setuju dilanjutkan,meskipun semula kita minta dihentikan dengan sejumlah catatan," ujar Ruddy Widodo melalui siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (27/5/2020).

Ia menambahkan skema new normal yang disiapkan pemerintah memberikan angin segar setelah sebelumnya sempat menolak dilanjutkan kompetisinya.

Baca juga PSSI Terima Saran dari 18 Klub Soal Kelanjutan Liga 1 2020

"Kita setuju karena pemerintah menjamin lewat kebijakan new normal, ini juga kita untuk melindungi banyak UMKM atau stake holder yang bergantung pada keberlangsungan sepakbola," tutur pria asal Madiun ini.

Meski demikian Ruddy mengakui bila ada konsekuensi di balik berlanjutnya kompetisi yakni suasana yang tak normal. Mengingat tak ada penonton jadi klub tidak memiliki pemasukan. Oleh karena itu, Ruddy menegaskan perlunya adanya rasionalisasi subsidi atau hak komersil kepada klub.

"Dalam situasi new normal maka juga ada pembatasan jumlah penonton, misalnya. Ini berpengaruh pada pemasukan. Karena itu, maka permohonan rasionalisasi hak komersial atau subsidi menjadi hal yang penting untuk diprioritaskan," bebernya.

Pria berkacamata ini juga bila perlu adanya renegosiasi kembali kontrak pelatih dan pemain bilamana kompetisi benar-benar bergulir dengan kondisi 'tak normal'. Hal ini disebutnya sebagai langkah proteksi klub, pelatih, dan pemain.

"Kita mengajak semua pihak untuk rasional dengan kompetisi dilanjutkan, maka kita perlu duduk bersama dan menyesuaikan kondisi baik bagi klub dan stake holder lainnya," lanjutnya.

Meski demikian Ruddy menghargai apapun keputusan yang akan diputuskan operator Liga 1 dan PSSI setelah masa tanggap darurat bencana corona oleh BNPB berakhir pada 29 Mei 2020, lantaran rapat tadi sifatnya menampung masukan-masukan dari klub-klub Liga 1 selama masa kompetisi terhenti.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini