SEVILLA – Sebanyak empat penggawa Sevilla, yakni Lucas Ocampos, Franco Vazquez, Luuk de Jong, dan Ever Banega tengah menjadi sorotan lantaran melanggar aturan lockdown. Pasalnya, mereka menggelar sebuah pesta yang dihadiri oleh lebih dari 10 orang.
Selama masa pandemi Corona, Pemerintah Spanyol sejatinya telah memberlakukan aturan untuk tidak mengadakan perkumpulan yang melibatkan 10 orang lebih. Maka dari itu, ketika keempat pemain Sevilla tersebut kedapatan melanggar aturan, Presiden Liga Spanyol Javier Tebas, langsung memberi teguran tegas.
Baca juga: Berpotensi Jadi Penghuni Abadi Bangku Cadangan, Braithwaite Dapat Dukungan dari Rivaldo

Keempat pemain itu pun akhirnya meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka. Maka dari itu, Direktur Olahraga Sevilla, Monchi, berharap agar kasus ini tidak diperpanjang. Monchi pun menilai kesalahan yang dibuat oleh Ever Banega dan kawan-kawan itu adalah sesuatu yang tidak disadari dan anpa unsur kesengajaan.
"Mereka yang terlibat telah meminta maaf secara terbuka, itu tidak mudah. Mereka melakukan kesalahan tanpa pertimbangan dan mereka telah memikul tanggung jawab untuk itu. Bagi saya, yang terpenting mereka meminta maaf secara sukarela,” ujar Monchi, seperti dilansir dari laman resmi Sevilla, Selasa (26/5/2020).
“Saya pikir itu juga contoh meminta maaf pada saat di mana kita semua membuat kesalahan. Semua ini baru, telah membuat kami dan Sevilla lengah, mengenai kepatuhan dengan protokol olahraga, baik dari Dewan Olahraga Nasional dan La Liga, saya pikir kami menjadi contoh,” lanjutnya.
“Tidak mungkin untuk mendapatkan 10, tetapi saya pikir kami mendapatkan 9,5. Yang penting adalah ada kesalahan yang mereka kenali, dan di atas semua itu dengan kapasitas yang mereka miliki untuk meminta maaf,” tutup Monchi.
(Ramdani Bur)