Ryan Giggs Ungkap Lawan Tersulit dan Rekan Terhebat di Sepanjang Karier Sepakbolanya

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 26 45 2219815 ryan-giggs-ungkap-lawan-tersulit-dan-rekan-terhebat-di-sepanjang-karier-sepakbolanya-llfU0rXkFV.jpg Ryan Giggs melegenda bersama Man United. (Foto: Istimewa)

MANCHESTER – Pelatih Tim Nasional Wales, Ryan Giggs, mengungkap lawan tersulit ketika masih aktif sebagai pesepakbola. Pria yang sempat 24 tahun (1990-2014) membela tim senior Manchester United itu menyebut eks pemain Inter Milan, Javier Zanetti, sebagai yang paling sulit dihadapi.

“Pemain tersulit yang pernah saya hadapi adalah Javier Zanetti dari Inter Milan. Ia berlari sepanjang hari. Zanetti bisa bermain sebagai gelandang dan terlihat nyaman saat menguasai bola. Selain itu, ia juga bisa bertahan, sangat tangguh dan jangan lupa ia pernah mematahkan hidung saya ketika kami bertemu,” kata Giggs mengutip dari Sportskeeda, Selasa (26/5/2020).

Javier Zanetti

(Zanetti disebut Giggs sebagai lawan tersulit yang pernah dihadapi)

Di sepanjang karier sepakbolanya, Giggs empat kali bertemu Inter yang dibela Zanetti. Beruntung bagi Giggs, Man United tidak terkalahkan dalam empat pertemuan itu, yang mana meraih dua menang dan dua imbang.

Hanya saja, hidung Giggs sempat dipatahkan Zanetti ketika Man United dan Inter bermain 1-1 di leg II perempatfinal Liga Champions 1998-1999. Akibatnya, pelatih Man United kala itu Sir Alex Ferguson menarik keluar Giggs dan memasukkan Phil Neville. Meski bermain 1-1, Man United lolos ke semifinal karena unggul agregat 3-1.

BACA JUGA: 5 Pemain Man United yang Tak Seharusnya Dijual Ferguson

Kemudian, Giggs yang total memberikan 34 trofi bagi Man United juga membahas pesepakbola terbaik yang pernah bekerja samanya. Secara tegas, Giggs menyebut Cristiano Ronaldo dan Paul Scholes sebagai yang terbaik.

 

Giggs dan Ronaldo bekerja sama di Man United selama enam musim (2003-2009). Sementara bersama Scholes, Giggs sama-sama merintis dari tim junior hingga akhirnya berkarya di tim senior dari awal 1990-an hingga 2013 (Scholes pensiun pada musim panas 2013).

“Pemain terbaik adalah Cristiano Ronaldo. Namun, ia hanya bersama kami dalam waktu yang singkat. Kehebatan Ronaldo di United terus dilanjutkan di tim lain,” lanjut Giggs.

“Namun, Scholes merupakan pemain terbaik selama saya membela Man United. Di sesi latihan ia luar biasa. Otaknya lebih cepat ketimbang siapa pun dan umpan-umpannya sangatlah luar biasa,” tutup Giggs.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini