Cerita Sven-Goran Eriksson yang Menyesal Tinggalkan Lazio demi Timnas Inggris

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 15 Mei 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 15 51 2214670 cerita-sven-goran-eriksson-yang-menyesal-tinggalkan-lazio-demi-timnas-inggris-4RjU5tZVYq.jpg Skuad Lazio pada 1999-2000. (Foto: Istimewa)

ROMA – Pelatih kawakan asal Swedia, Sven-Goran Eriksson, mengaku menyesal meninggalkan Lazio demi melanjutkan karier bersama Tim Nasional Inggris pada musim panas 2001. Eriksson menyesal karena meninggalkan Lazio yang kala itu berstatus salah satu tim terkuat di Italia bahkan Eropa.

Eriksson tercatat empat musim (1997-2001) menangani Gli Aquilotti –julukan Lazio. Dalam kurun waktu tersebut, lazio tercatat salah satu klub terkaya di Italia berkat sokongan dana sang pemilik, Sergio Cragnotti.

Sven-Goran Eriksson

Kecakapan Eriksson dalam mengolah strategi pun didukung pemain-pemain brilian. Ambil contoh pada 1999-2000. Saat itu Lazio diperkuat sejumlah pemain top seperti Nestor Sensini, Alessandro Nesta, Diego Simeone, Dejan Stankovic, Juan Sebastian Veron, Pavel Nedved, Marcelo Salas hingga pemain senior, Roberto Mancini.

BACA JUGA: Tim Medis Lazio: Aturan Karantina Wajib Sungguh Konyol

Nama-nama di atas membantu Lazio memenangkan trofi Piala Super Eropa 1999, Liga Italia 1999-2000 , Coppa Italia 1999-2000 dan Piala Super Italia 2000. Total selama empat musim menangani Lazio, Eriksson menghadirkan tujuh trofi bagi publik Stadion Olimpico.

Berkat pencapaian di atas, Inggris yang sedang berjuang lolos ke Piala Dunia 2002 menarik Eriksson pada pertengahan 2001. Saat itu Eriksson tidak mau melewatkan kesempatan menangani Timnas Inggris yang dihuni sejumlah pemain brilian seperti Rio Ferdinand, David Beckham hingga Michael Owen.

Hanya saja selama lima tahun (2001-2006) menangani Inggris, tak ada prestasi yang dicetak Eriksson. Baik di Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Piala Eropa 2004, langkah The Three Lions racikan Eriksson terhenti di perempatfinal.

“Saat itu sempat berpikir untuk bertahan di Lazio. Namun, saya juga tidak mau menolak penawaran dari Inggris, yang mana mungkin saya akan menyesal seumur hidup jika menolaknya. Pada akhirnya saya mengambil penawaran Inggris dan mungkin saya membuat kesalahan. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya ubah sekarang,” kata Eriksson mengutip dari Football Italia, Jumat (15/5/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini