Poyet Pertanyakan Keputusan Chelsea yang Beli Ziyech di Luar Jendela Transfer

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 10 45 2211725 poyet-pertanyakan-keputusan-chelsea-yang-beli-ziyech-di-luar-jendela-transfer-dBLCCeplKa.jpg Pemain Ajax Amsterdam, Hakim Ziyech. (Foto: UEFA)

LONDON – Mantan penggawa Chelsea, Gustavo Poyet mengaku sangat senang klub asuhan Frank Lampard berhasil mendapatkan Hakim Ziyech. Namun, yang ia herankan adalah kenapa membeli pemain Ajax Amsterdam itu ketika berada di luar jendela transger musim dingin 2020.

Seperti yang diketahui, pada musim dingin 2020 Chelsea sebenarnya sudah diperbolehkan melakukan belanja pemain setelah di musim panas 2019 dilarang karena mereka dianggap telah melanggar peraturan pembelian pemain muda. Namun, pada musim dingin tersebut Chelsea nyatanya tak mendatangkan satu pun pemain hingga bursa transfer ditutup.

Baca Juga: Poyet Percaya Lampard Bakal Berusaha untuk Buat Chelsea Finis di Empat Besar

Hakim Ziyech

Akan tetapi, pada awal Februari 2020 tiba-tiba Chelsea mengumumkan telah resmi mendapatkan Ziyech dari Ajax dengan harga 44 juta euro atau sekira Rp720 miliar. Tentu hal itu langsung membuat Poyet bertanya-tanya dengan apa yang dilakukan Chelsea tersebut karena mereka meresmikan pembelian pemain dengan perbedaan beberapa hari saja dari saat bursa transfer ditutup.

Poyet heran kenapa tidak dilakukan saat bursa transfer musim dingin 2020 masih dibuka? Atau jika tidak tunggu sampai musim panas 2020 dibuka. Sebab Chelsea yang nyatanya sudah membeli Ziyech harus bersabar untuk menggunakan jasanya sampai musim 2019-2020 berakhir. Hal itulah yang membuat Poyet heran dengan kebijakan skuad asuhan Franj Lampard tersebut.

“Saya tidak begitu nmengerti dan saya tak bermaksud mengkritik siapa pun, namun mengapa Chelsea, setelah semua yang terjadi di musim panas, tidak bisa merekrut pemain, lalu sampai di Januari mereka diperbolehkan merekrut pemain, tapi nyatanya mereka tidak (membeli siapa pun)," ungkap Poyet, dilansir dari Sportskeeda, Minggu (10/5/2020).

“Lalu tiba-tiba tiga hari sampai empat hari kemudian (setelah jendela transfer musim dingin 2020 ditutup), mereka mengumumkan bahwa mereka menandatangani pemain untuk tahun depan. Itu tidak normal, oke?” tambah Poyet.

“Saya tidak mengatakan langkah itu buruk, tapi saya hanya tidak mengerti karena sebelumnya mereka banyak mengeluh karena tidak bisa membeli pemain, lalu ketika Anda memiliki kesempatan untuk membeli dan Anda tidak melakukannya. Kemudian ketika jendela transfer ditutup, Anda mengumumkan bahwa Anda membeli satu pemain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini