MANCHESTER – Manajemen Manchester United memilih tak menggunakan skema furlough guna membayar gaji para karyawan mereka. Seperti diberitakan The Sun, Selasa (7/4/2020), manajemen Man United tetap menggaji 900 karyawan mereka secara penuh, alias tak ada pemotongan gaji.
Skema furlough jadi siasat beberapa klub untuk menekan biaya pengeluaran mereka di tengah pandemi virus corona. Sekadar informasi, dengan menggunakan skema furlough, klub akan mendapatkan bantuan uang negara untuk membiayai sebagian upah karyawan yang dirumahkan, imbas pandemi virus corona.

Liverpool yang di ambang menjadi juara Liga Inggris 2019-2020, sempat mengeluarkan pernyataan akan menggunakan skema furlough. Hanya saja, rencana itu dibatalkan setelah manajemen Liverpool mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk legenda mereka yakni Jamie Carragher.
BACA JUGA: Wan-Bissaka Sebut Sterling sebagai Lawan Terberatnya
Selain itu, manajemen Man United juga memiliki sikap mulia. Bagi para karyawan yang tidak memungkinkan bekerja dari rumah, diminta untuk menjadi sukarelawan di Layanan Kesehatan Masyarakat Nasional milik Inggris, NHS.
Di sana, para karyawan Man United bisa membantu petugas medis yang tengah berjuang menyembuhkan para pasien terinfeksi virus corona. Selain itu, manajemen Man United juga berkomitmen tetap menggaji 3.000 karyawan harian mereka.
Sekadar informasi, manajemen Man United sudah meneken kontrak dengan 3.000 karyawan harian yang awalnya bakal dipekerjakan saat Setan Merah melakoni empat laga kandang sisa di Liga Inggris 2019-2020. Untuk membayar 3.000 karyawan di atas, manajemen Man United akan mengeluarkan 1 juta pounds atau setara Rp20,1 miliar.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.