Menteri Olahraga Sebut Keputusan soal Liga Italia Ada di Tangan FIGC

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 47 2189811 menteri-olahraga-sebut-keputusan-soal-liga-italia-ada-di-tangan-figc-ehkWmvdI0Z.jpg Cristiano Ronaldo vs Lazio (Foto: Twitter/@juventusfcen)

ROMA – Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora telah menyatakan keraguannya soal Liga Italia 2019-2020 yang disebut akan bergulir lagi pada 3 Mei 2020. Spadafora menyebut soal kelanjutan Liga Italia ada di tangan FIGC (Federasi Sepakbola Italia).

Spadafora tahu ada opsi untuk menggulirkan Liga Italia setelah musim panas tepatnya pada Juli dan Agustus. Akan tetapi, semuanya bergantung pada perkembangan wabah virus corona (covid-19) di Italia. Apalagi, kondisi di Negeri Pizza itu belum juga membaik hingga sekarang.

Juventus vs Inter Milan (Foto: Juventus)

Italia menempati peringkat ketiga dalam daftar negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak di dunia. Jumlah kasus virus corona di Italia telah melebihi 80.500. Lebih dari 8.200 nyawa melayang akibat virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

BACA JUGA: Menteri Olahraga Ragu Liga Italia Bisa Bergulir Lagi Awal Mei

“Pilihan akhir akan jatuh kepada FIGC, tetapi tidak mungkin bahwa itu akan dapat dilanjutkan pada awal Mei. Federasi mungkin memutuskan untuk menunda pertandingan sampai akhir musim panas, saya telah membaca saran tentang Juli dan Agustus, tetapi situasinya rumit,” ujar Spadafora, menyadur dari Goal Internasional, Jumat (27/3/2020).

"Bagaimanapun, seluruh dunia sepakbola telah memberi kami lebih banyak waktu untuk memahami keadaan darurat dan sekarang saya membayangkan itu akan bergerak maju dengan kehati-hatian yang diperlukan,” jelasnya.

Jika kondisi tidak berubah hingga Juli dan Agustus maka skenario terburuk adalah Liga Italia musim ini dibatalkan. Konsekuensi dari keputusn itu adalah tidak ada tim yang keluar sebagai juara Liga Italia pada musim ini. Selain itu, masalah lainnya adalah bagaimana menentukan tim-tim yang lolos ke kompetisi Eropa, degradasi dan promosi. Pekerjaan rumah untuk FIGC tetaplah banyak meski skenario terburuk yang diambil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini