nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kompetisi Dihentikan karena Virus Corona, Kiper Serie B Sindir Gaji Cristiano Ronaldo

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 21:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 26 47 2189565 kompetisi-dihentikan-karena-virus-corona-kiper-serie-b-sindir-gaji-cristiano-ronaldo-KokosHzpX2.jpg Ronaldo meraih pendapatan fantastis di setiap tahunnya. (Foto: @cristiano)

CITADELLA – Kiper Citadella (kontestan Serie B), Alberto Paleari, mengaku akan mengalami kondisi finansial jika kompetisi terus mengalami penundaan akibat virus corona. Akibat kompetisi dihentikan, klub-klub Serie B tidak memiliki pendapatan, sehingga para pemain mereka tidak mendapatkan gaji.

Paleari tidak masalah jika bulan ini tidak digaji, namun di bulan depan ia akan mendapatkan dua kali lipat, alias akumulasi dari gaji bulan Maret dan April 2020. Namun, karena kompetisi juga tak jelas kapan kembali digulirkan, Paleari mengaku dalam posisi harap-harap cemas.

Cristiano Ronaldo

Kiper 27 tahun itu pun membandingkan pendapatannya dengan megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, yang hanya dari pos gaji saja menerima 34 juta euro atau sekira Rp606 miliar per tahun. Dalam pandangan Paleari, pemain sekelas Ronaldo takkan mengalami kesulitan finansial jika tak digaji dua bulan.

BACA JUGA: Berharga Rp3,54 Triliun, Pendapatan Mbappe Jauh di Bawah Ronaldo dan Messi

“Jika gaji saya harus ditunda selama satu bulan, dan kemudian dibayar ganda di bulan selanjutnya saya akan mengatakan ya tanpa ragu-ragu. Tetapi, jika gaji saya harus ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan, saya akan mengatakan tidak,” kata Paleari mengutip dari Daily Mail, Kamis (26/3/2020).

“Kami tidak seperti Ronaldo. Jika Ronaldo tidak mengambil gaji dua bulan, ia takkan mengalami kesulitan keuangan. Anda tidak bisa menilai semua orang dengan pandangan yang sama saat ini, situasi yang berbeda,” lanjut Paleari.

Italia menjadi negara yang terdampak parah karena virus corona. Tercatat sudah ada 74.386 kasus virus corona yang menyebabkan 7.503 orang meninggal dunia. Akibatnya, kelanjutan kompetisi Liga Italia 2019-2020 dan divisi-divisi di bawahnya menjadi menggantung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini