Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Fakta Laga Arema FC vs Persib, dari Rekor Indah Sampai yang Ironis

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 09 Maret 2020 |09:40 WIB
8 Fakta Laga Arema FC vs Persib, dari Rekor Indah Sampai yang Ironis
Persib Bandung sukses curi kemenangan di kandang Arema FC (Foto: Okezone/Avirista Midaada)
A
A
A

4. Kontak Fisik Berbuah 3 Penalti dan 8 Kartu Kuning

Ketatnya laga kedua tim sudah dimulai sejak menit-menit awal pertandingan, Arema FC yang bertindak sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang di 15 menit pertama. Strategi pressing tinggi yang diterapkan kedua tim tak ayal membuat benturan-benturan dan kontak fisik sering terjadi. Kontak fisik yang terjadi menghasilkan delapan kartu kuning yang dikeluarkan wasit Aprisman Aranda.

Wander Luiz

(Wander Luiz bobol gawang Arema FC via eksekusi penalti. Foto: Persib.co.id)

Tak hanya kartu kuning saja, wasit juga memberikan tiga penalti, dua penalti bagi Persib dan satu penalti bagi Arema FC. Beruntung satu penalti yang dieksekusi penyerang Persib Geoffrey Castillon di menit 20, berhasil dimentahkan Teguh Amiruddin. Pelatih Persib Robert Rene Alberts menilai wasit sudah memimpin dan mengontrol pertandingan dengan baik.

"Ada tiga penalti, tapi memang itu murni penalti. Saya kira wasit mampu mengontrol pertandingan dengan baik, terbukti dia berani memberikan tiga penalti," ungkap Rene Albert.

Sedangkan pelatih Arema FC Mario Gomez mengatakan delapan kartu kuning yang terjadi memang cukup wajar mengingat sepanjang pertandingan kedua tim menerapkan pressing tingkat tinggi.

"Yang penalti pertama kurang tahu, karena posisinya jauh. Soal kartu kuning wajar dengan intensitas tinggi, kalau kedua penalti iya itu wajar. Tapi bukan soal penaltinya, terpenting meningkatkan opsi formasi dan kualitas pemain di laga selanjutnya," papar pria asal Argentina itu. 

5. Persib Manfaatkan Keunggulan Fisik Pemain

Pemain Persib sedikit memanfaatkan keunggulan fisik pemain dengan melakukan permainan direct ball beberapa kali. Bola dari lini belakang dan tengah diangkat langsung menuju kedua penyerang yang memiliki tubuh tinggi dan kemampuan berduel udara.

Tak hanya itu postur tubuh yang lebih kekar yang dimiliki Victor Igbonefo, Nick Kuipers, Omid Nazari, hingga Geoffrey Castillon membuat pemain Persib kerap kali memenangi perebutan bola. 

Sementara bagi Arema FC, mencoba memanfaatkan keunggulan kecepatan yang dimiliki oleh sejumlah pemainnya. Beberapa kali bagaimana Feby Eka Putra, Dendi Santoso, Elias Alderete, hingga Kushedya Yudo sampai harus dilanggar pemain Persib karena terlalu 'cepat'.

6. Pemain Asing Arema FC Tak Banyak Menolong

Dari empat pemain asing yang dimiliki Arema FC, hanya Oh-Inkyun yang cukup memberikan penampilan menawan. Beberapa kali Inkyun yang melawan mantan klubnya, berhasil memenangi duel di lini tengah.

Sementara trio pemain latin, Elias Alderete, Jonathan Baumann, dan Matias Malvino, tak banyak membantu tim Arema FC. Malvino bahkan sempat melanggar Geoffrey Castillon di kotak penalti pada menit 20 yang berbuah hadiah penalti, beruntung Castillon gagal menunaikan tugasnya.

Bagi Alderete, meskipun ia mencetak gol melalui titik penalti, tak banyak yang bisa ia lakukan untuk menembus pertahanan Pangeran Biru yang dikomandoi Nick Kuipers dan Victor Igbonefo. Hal itu membuat pemain asal Argentina ini tak bisa berbuat banyak.

Jonathan Baumann yang masuk menit 78 menggantikan Elias Alderete juga tak banyak membantu memecah kebuntuan Singo Edan. Mario Gomez berkilah kondisi pemain asingnya belum 100 persen nyetel dengan tim.

"Mereka secara keseluruhan belum 100 persen kondisinya tapi secara keseluruhan bermain bagus ada berbagai opsi strategi yang bisa dimainkan," tutur eks asisten Hector Cuper itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement