MILAN – CEO Inter Milan, Giuseppe ‘Beppe’ Marotta, menuding Lega Calcio selaku operator bertanggung jawab atas kekacauan jadwal Liga Italia 2019-2020. Secara khusus, ia kecewa karena Lega Calcio tidak konsisten dengan keputusan awal.
Seperti diketahui, laga Juventus vs Inter Milan merupakan salah satu yang diundur ke 13 Mei 2020 setelah sebelumnya direncanakan berlangsung pada 2 Maret dini hari WIB. Padahal, sebelumnya laga tersebut disepakati digelar sesuai rencana meski tanpa kehadiran penonton.

Baca juga: Dekrit Baru Pemerintah Italia Ancam 4 Laga Pekan 27 Serie A 2019-2020
Beppe Marotta berang dengan keputusan sepihak yang diambil Lega Calcio hanya 48 jam setelah mengeluarkan pernyataan resmi. Menurutnya, Lega Calcio harus lebih dulu membahas soal perubahan jadwal dengan 20 klub peserta alih-alih langsung memutuskan.
“Ada sejumlah diskusi sepanjang pekan lalu. Namun, hal yang aneh adalah pada Kamis 27 Februari Lega Serie A merilis pernyataan yang mengonfirmasi lima laga akan dimainkan tanpa penonton. Kemudian, dalam 48 jam mereka mengubah apa yang diminta Kementerian Olahraga,” papar Beppe Marotta, sebagaimana diwartakan Football Italia, Senin (2/3/2020).
“Lega harus mau bertanggung jawab karena sebelum mengambil keputusan penting seperti itu, mereka paling tidak seharusnya meminta adanya rapat luar biasa dengan klub-klub, yang baru akan digelar Rabu 4 Maret. Sebuah anomali lainnya,” tandas lelaki berkebangsaan Italia tersebut.
Keberlangsungan pekan 27 Serie A 2019-2020 pun terancam dengan dekrit baru yang dikeluarkan Pemerintah Italia. Dekrit tersebut melarang adanya ajang olahraga yang digelar di tiga provinsi, Lombardia, Emilia-Romagna, dan Veneto sehingga nasib tiga laga terancam ditunda lagi. Okezonebola #tempatnyagilabola
(Ramdani Bur)