BIRMINGHAM – Sebanyak sekira 35.000 penonton Aston Villa menyerbu lapangan Stadion Villa Park, tak selama setelah The Villans –julukan Villa– memastikan lolos ke final Carabao Cup (Piala Liga Inggris 2019-2020) usai menang 2-1 atas Leicester City dini hari tadi. Namun, ada konsekuensi yang harus diterima manajemen Aston Villa akibat ulah yang dilakukan suporter mereka.
Seperti diberitakan The Sun, Rabu (29/1/2020), manajemen Aston Villa berpotensi terkena hukuman dari Federasi Sepakbola Inggris (FA). Hukuman bisa dalam dua jenis, yakni denda uang atau larangan tanpa penonton.
Aston Villa fans invaded the pitch to celebrate the team's classification for the final of the EFL Cup. Very cool to see it! #CarabaoCup pic.twitter.com/bEI1ZJlWjE
— Gᴜsᴛᴀᴠᴏ B. [Eᴅɢᴇ's] ❁ (@gustavob_edges) January 28, 2020
Dalam laga yang berlangsung dini hari tadi, laga Aston Villa vs Leicester City sama kuat 1-1 hingga waktu menyentuh angka 90 menit. Jika skor itu bertahan, laga akan berlanjut ke babak tambahan. Sebab, di pertemuan pertama yang digelar di markas Leicester, skor juga sama kuat 1-1.
Hanya saja, Trezeguet menjadi bintang kemenangan Aston Villa lewat gol yang dicetak pada menit ke-92. Aston Villa menang 2-1 dan lolos ke final Carabao Cup, dan akan menghadapi pemenang semifinal lain yang mempertemukan Manchester City vs Manchester United.
Setelah wasit Mike Dean meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, sekira 35.000 penonton Aston Villa menyerbu lapangan Stadion Villa Park. Steward dan polisi yang berjaga tidak bisa menahan derasnya penonton yang menyerbu ke lapangan.
Karena itu, steward bertugas menyelamatkan para pemain Leicester agar tidak terkena amukan dari fans Aston Villa. Hanya saja, gelandang Leicester James Maddison sempat terlibat fisik dengan suporter The Villans.
Meski begitu, tidak semua suporter Aston Villa beringas. Ada juga suporter yang mencoba menghibur bek Leicester, Caglar Soyoncu, yang berduka setelah The Foxes tersingkir dari Carabao Cup 2019-2020.
(Fetra Hariandja)