nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Pelatih Anti-Mainstream yang Bisa Jadi Pelatih Manchester United

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 12:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 09 45 2150995 3-pelatih-anti-mainstream-yang-bisa-jadi-pelatih-manchester-united-djfV2t032C.jpg Man United bisa mempertimbangkan Marco Rose di luar nama-nama besar (Foto: Twitter/Borussia Munchengladbach)

POSISI Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manajer Manchester United kembali menjadi sorotan. Sebab, Setan Merah tumbang 1-3 dari Manchester City pada leg I Semifinal Piala Liga Inggris 2019-2020, Rabu 8 Januari dini hari WIB. Wacana untuk memecat pria asal Norwegia itu kembali mencuat.

Masalahnya, siapa pelatih yang akan cocok untuk menangani Marcus Rashford dan kolega. Man United tentu tidak mau asal memilih juru taktik lagi. Nama Mauricio Pochettino digadang-gadang sebagai suksesor yang tepat untuk Ole Gunnar Solskjaer andai dipecat nantinya.

Baca juga: Meski Dipermalukan Man City, Solskjaer Puas dengan Performa Man United

Andai pelatih berkebangsaan Argentina itu menolak, Man United tentu harus mempertimbangkan nama lain. Berikut adalah deretan pelatih yang kurang ternama tetapi pantas untuk menangani Man United, dilansir dari Sportskeeda, Kamis (9/1/2020).

3. Marco Rose

Nama pelatih yang satu ini mungkin masih terdengar asing di telinga. Akan tetapi, bila mengikuti kiprah Borussia Munchengladbach di Liga Jerman 2019-2020, Marco Rose tidak boleh dikesampingkan begitu saja. Ia sukses mengantarkan Matthias Ginter dan kawan-kawan nangkring di posisi dua klasemen sementara hingga memasuki libur Natal dan Tahun Baru.

Marco Rose sukses mengangkat Borussia Munchengladbach musim ini (Foto: Bundesliga)

Pelatih berusia 43 tahun itu memulai kariernya sebagai pelatih dengan menjadi asisten Thomas Tuchel di Mainz pada 2010-2011. Pada 2013, Marco Rose ditunjuk sebagai pelatih tim muda Red Bull Salzburg dan empat tahun kemudian menangani tim senior. Cukup tiga musim di Austria, ia kembali ke Tanah Jerman untuk menukangi Munchengladbach.

Prestasinya memang belum banyak, yakni hanya dua kali juara Liga Austria, tetapi gaya permainan Marco Rose termasuk yang enak dilihat. Pria berkebangsaan Jerman itu menggemari permainan menyerang yang dipadu dengan pressing tinggi, permutasi posisi, serta serangan balik cepat, sesuatu yang menjadi ciri khas Man United di bawah arahan Sir Alex Ferguson.

2. Erik ten Hag

Pelatih berkebangsaan Belanda ini pernah masuk daftar kandidat Bayern Munich sebelum menunjuk Hansi Flick pada akhir 2019. Erik ten Hag memang belum banyak pengalaman, tetapi dirinya pernah menimba ilmu sebagai pelatih tim kedua Bayern Munich ketika era Pep Guardiola di tim senior.

Erik ten Hag masuk daftar kandidat Manajer Manchester United (Foto: De Telegraaf)

Nama Erik ten Hag melambung setelah membawa Ajax Amsterdam menjadi kampiun Liga Belanda 2018-2019 serta lolos ke Semifinal Liga Champions. Meski bermaterikan pemain muda dari didikan akademi, De Godenzonen nyaris dibawanya ke final dan hanya berjarak beberapa detik saja dari partai puncak.

Keunggulan Erik ten Hag adalah pemahaman taktiknya yang mumpuni serta kegemaran bermain sepakbola menyerang. Belum lagi, ia cukup andal menangani pemain muda didikan akademi, sesuatu yang patut dipertimbangkan Man United. Sayangnya, beberapa pelatih yang pernah menangani Ajax Amsterdam, jarang menunjukkan taji di luar Belanda.

1. Ralf Rangnick

Man United pernah merasakan bagaimana menghadapi tim racikan Ralf Rangnick ketika yang bersangkutan menangani Schalke 04 pada 2011. Setan Merah kala itu memang bisa menang telak 6-1 secara agregat di Semifinal Liga Champions 2010-2011, tetapi sempat kesulitan mengatasi permainan Manuel Neuer dan kawan-kawan.

Ralf Rangnick kini menjabat sebagai Direktur Olahraga dan Pengembangan Red Bull Leipzig (Foto: Bundesliga)

Prestasi pria berusia 61 tahun itu memang tidak mentereng, tetapi Ralf Rangnick punya reputasi yang hebat. Sejumlah pengamat dan pelatih sepakbola menganggapnya sebagai salah satu juru taktik paling pintar yang pernah ada meski saat ini hanya berperan sebagai Direktur Olahraga dan Pengembangan Red Bull Leipzig.

Perlu dicatat, Ralf Rangnick adalah mentor bagi dua pelatih sepakbola muda saat ini, yaitu Ralph Hasenhuttl (Southampton) dan Julian Nagelsmann (RB Leipzig). Ketika melatih, Rangnick gemar menerapkan taktik menyerang dengan pressing ketat dan operan cepat. Gaya permainan tersebut tentu akan membuat Setan Merah kembali atraktif.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini