nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Pemain Jebolan Akademi Tottenham Hotspur yang Mendunia, Nomor 1 Mesin Gol Timnas Inggris

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 19:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 07 45 2150200 5-pemain-jebolan-akademi-tottenham-hotspur-yang-mendunia-nomor-1-mesin-gol-timnas-inggris-tFeS5jyzcb.jpg Harry Kane (Foto: @SpursOfficial/Twitter)

AKADEMI sepakbola Tottenham Hotspur mungkin tidak seterkenal yang lain seperti Barcelona dan Manchester United. Tetapi akademi muda Tottenham mampu menghasilkan beberapa pemain hebat selama bertahun-tahun yang terbukti dengan sejumlah keberhasilan besar di Liga Inggris dan kancah internasional.

Secara khusus di bawah kepemimpinan Mauricio Pochettino, Spurs menjadi terkenal karena kemauan untuk menggunakan bakat muda. Orang-orang seperti Kyle Walker-Peters dan Troy Parrott muncul sebagai penerus pendahulunya yang mampu bersinar di kancah dunia berkat sistem akademi Tottenham.

Lalu siapa saja, lima lulusan akademi terbaik Tottenham pada saat ini? Berikut kelima pemain tersebut.

5. Harry Winks

Masih muda berusia 23 tahun, gelandang Harry Winks adalah salah satu talenta muda terbaik yang muncul ke Liga Inggris dari akademi tima mana pun dalam beberapa waktu. Pemain berpaspor Inggris itu bergabung dengan akademi Tottenham pada usia enam tahun. Ia menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub pada 2014 ketika berusia 18 tahun.

Ia melakukan debut tim pertamanya beberapa bulan kemudian. Tetapi baru pada musim 2016-2017, ia benar-benar membuktikan dirinya sebagai pemain reguler tim utama di bawah arahan Mauricio Pochettino.

Selama empat musim di Liga Inggris, Winks telah membuat total 79 penampilan dan selalu mengesankan. Tentu, ini menjadi sebuah kelegaan bagi sepakbola Inggris karena kemampuan Winks sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia.

Harry Winks (Foto: Sportskeeda)

4. Peter Crouch

Stirker Peter Crouch bergabung dengan sistem kepemudaan Tottenham ketika berusia 14 tahun. Ia kemudian menandatangani kontrak profesional dengan klub pada 1998. Tetapi, sebelum tampil ia dipinjamkan ke berbagai sisi sebelum dijual ke Queens Park Rangers (QPR) pada 2000.

Crouch sendiri harus menempuh jalan panjang untuk menuju puncak. Ia bermain untuk QPR dan Protsmouth sebelum pindah ke kompetisi Liga Inggris bersama Aston Villa pada 2002. Tetapi setelah pindah ke Southampton, Crouch benar-benar memiliki dampak.

Striker setinggi dua meter tersebut mampu mencetak 16 gol untuk Southampton pada 2004-2005. Setelah itu, ia mendapat lirikan dari Liverpool dan menghasilkan musim yang cukup mengesankan di Anfield. Pada 2009, ia kembali ke Tottenham dengan menghabiskan tiga musim yang sangat baik. Ia juga berhasil mengantarkan Tottenham ke Liga Champions untuk pertama kalinya pada Mei 2010.

Sebelum memutuskan pensiun pada 2019, Crouch pindah dari Spurs dan bergabung dengan Stoke City selama tujuh musim. Ia pun menunjukkan kesuksesannya bersama Stoke sebagai pencetak gol yang konsisten.

Peter Crouch (Foto: Sportskeeda)

3. Ledley King

Ledley King dikenal sebagai bek tangguh di dunia sepakbola. Ia bergabung dengan Tottenham pada usia 15 tahun dan memulai debut di tim utama di usia 18 tahun pada Mei 1999. Menariknya, selama musim pertamanya di klub ia sering ditempatkan sebagai gelandang.

Selain itu, ia mencatatkan diri sebagai pencetak gol tercepat di Liga Inggris dengan catatan 10 detik. Hal itu ia lakukan saat Tottenham melawan Bradford pada 2000 dan rekor itu tidak terpecahkan hingga 2019.

Akan tetapi, ketika ia bermain sebagai bek tengah, namanya menjadi terkenal. Bahkan ketika mengalami masalah lutut kronis, ia masih menjadi pemain bertahan Spurs yang paling penting sepanjang tahun 2000-an.

King sangat dihormati sehingga pelatih Timnas Inggris saat itu yakni Fabio Capello membawanya ke Piala Dunia 2010. Padahal saat itu, Capello sangat menyadari jika King memiliki kemungkinan besar hanya akan dapat berpartisipasi dalam satu atau dua pertandingan.

Ketika ia pensiun, Thierry Henry menandai King sebagai bek terbaik yang pernah dilawan. Karena itu, King bisa disebut sebagai lulusan terbaik dari akademi Tottenham.

Ledley King (Foto: Sportskeeda)

2. Sol Campbell

Campbell menjadi pemain akademi Tottenham pada usia 15 tahun setelah meninggalkan West Ham. Ia melakukan debut pertamanya bersama Spurs pada Desember 1992. Ia tumbuh sebagai pemain pada pertengahan 1990-an dan membuktikan dirinya sebagai bek Tottenham yang paling berharga.

Setelah membintaingi Inggris di Piala Dunia 1998, bek itu kemudian terpilih menjadi kapten Tottenham. Namun, ia mulai kecewa dengan situasinya di Spurs yang membuatnya pindah ke rival satu kota pada 2001 yakni Arsenal.

Campbell meraih kesuksesan bersar dengan Arsenal. Ia memenangkan Liga Inggris pada dua kesempatan, Piala FA dua kali, dan bermain di Liga Champions pada 2006. Akan tetapi, ia juga dikenal sebagai Yudas atau pengkhianat oleh mayoritas penggemar Tottenham.

Meski begitu, kemampuan Campbell tidak perlu diragukan lagi. Namun, keahilannya membuat penggemar Spurs enggan mengakui kemampuannya.

Sol Campbell (Foto: Sportskeeda)

1. Harry Kane

Dari semua lulusan akademi Tottenham, tidak yang memiliki dampak luar biasa seperti bintang Harry Kane. Ia hampir sulit dipercaya sebagai striker yang sangat tangguh di lini depan. Kane menandatangani kontrak dengan Spurs ketika berusia 11 tahun. Meski keterampilan fisiknya belum berkembang, ia ditandai sejak masa-masa awal karena kerja kerasnya yang luar biasa.

Striker itu menandatangani kontrak profesional pertamanya pada musim panas 2010 ketika berusia 17 tahun. Tetapi, ia tidak memiliki langkah awal yang baik dalam tiga musim pertamanya. Selama tiga musim itu, Kane hanya mencetak 14 gol. Ia kemudian mendapat kesempatan masuk tim utama Spurs oleh pelatih saat itu yakni Tim Sherwood.

Pada musim 2014-2015 kita bisa melihat Kane mampu mencetak 21 gol dalam 34 penampilannya di Liga Inggris. Ia kemudian menjadikan dirinya sebagai striker utama Tottenham serta mesin gol di Timnas Inggris.

Sejak itu, Kane terus mendaftarkan lebih banyak gol di setiap musim. Termasuk mencetak gol ke-100nya di Liga Inggris pada Februari 2018 di penampilannya yang ke-141. Musim 2017-2018 ia mencetak 41 gol di semua kompetisi.

Hingga saat ini, Kane telah mencetak 181 gol untuk Tottenham hanya dalam 278 penampilan. Ia menempatkannya di urutan ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak klub di belakang Bobby Smith dan Jimmy Greaves. Sederhananya, Kane bisa dibilang produk akademi Spurs terbaik sepanjang masa.

Harry Kane (Foto: Premier League)

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini