Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalah Lagi di Kandang, Lampard Akui Permainan Chelsea Tak Berkembang

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 27 Desember 2019 |20:25 WIB
Kalah Lagi di Kandang, Lampard Akui Permainan Chelsea Tak Berkembang
Pelatih Chelsea, Frank Lampard. (Foto: Twitter Chelsea)
A
A
A

LONDON Chelsea kembali menelan kekalahan di Liga Inggris 2019-2020. Pahitnya kekalahan tersebut kembali terjadi di kandang mereka sendiri, yakni di Stadion Stamford Bridge. Kegagalan Chelsea dalam meraih kemenangan itu terjadi ketika mereka bersua Southampton pada Kamis 26 Desember 2019.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard, mengaku cukup kecewa dengan hasil kekalahan 0-2 dari Southampton tersebut. Sebab ia merasa permasalahan yang dihadapi Chelsea selalu sama, yakni tak mampu mengembangkan permainan ketika berada di atas lapangan.

Baca Juga: Chelsea Kalah Lagi, Lampard Indikasikan Belanja Pemain pada Januari 2020

Suasana laga Chelsea vs Southampton

Padahal Lampard sudah memberitahukan beberapa kali kepada pemainnya untuk terus menekan lawan jika berhadapan satu lawan satu dan tak boleh menyepelekan tim musuh. Namun, semua omongannya itu seperti tak dilakukan oleh Tammy Abraham dan kawan-kawan.

Hal tersebutlah yang membuat Lampard kecewa. Ia kesal karena Chelsea tak bisa memperlihatkan permainan yang baik seperti saat mereka menang 2-0 atas Tottenham Hotspur di laga sebelumnya,

“Cerita yang sama terjadi lagi di laga kandang kami. Semua laga memang sebenarnya berbeda, seperti saat kami melawan Tottenham. Saya pernah mengatakan usai laga kontra Tottenham berakhir bahwa kami harus mengeluarkan performa yang sama seperti itu. Tapi terkadang memang hasilnya berbeda,” kata Lampard, dikutip dari Football London, Jumat (27/12/2019).

Suasana laga Chelsea vs Southampton

“Karena ceritanya hampir sama, maka saya akan mengatakan apa yang sudah saya katakan di konferensi pers Bournemouth (saat Chelsea kalah). Seharusnya setiap pemain bermain satu lawan satu ketika Anda adalah seorang pemain ofensif, bermain di sudut lawan, menyerang bersama, dan menghancurkan pertahanan lawan. Karena tim (musuh) tidaklah bodoh, mereka terorganisir dengan baik dan Anda perlu memiliki jiwa untuk menyerang,” lanjutnya.

“Sangat sulit untuk bisa mencapai 70% penguasaan bola dan mengontrol pertandingan, terutama di babak pertama. Tidak melakukan banyak hal, umpan silang, melakukan umpan finishing, dan mengakhiri suatu kesempatan adalah hal utama yang tak ada di kami,” tutupnya.

(Djanti Virantika)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement