SABAH – Kurniawan Dwi Yulianto resmi diperkenalkan sebagai pelatih klub Liga Super Malaysia, Sabah FA, pada Jumat (20/12/2019). Ditunjuknya Kurniawan sebagai pelatih Sabah menunjukkan bahwa kualitas juru taktik Tanah Air tidak kalah dari pelatih-pelatih negara lain.
Meski begitu Kurniawan bukanlah pelatih Indonesia pertama yang dipercaya menangani klub Malaysia. Sebelumnya pada 2016 hingga 2017, Rahmad Darmawan bertugas sebagai juru taktik klub asal Trengganu, T-Team.

(RD sempat tangani T-Team)
Di musim pertama menangani T-Team di Liga Super Malaysia 2016, RD –sapaan akrab Rahmad Darmawan– mengantarkan Makan Konate dan kawan-kawan finis di posisi tujuh dengan koleksi 22 angka. Hanya saja, performa lumayan yang ditunjukkan T-Team pada 2016 tidak bertahan setahun kemudian.
BACA JUGA: Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Tangani Klub Liga Super Malaysia
Sebab di Liga Super Malaysia 2017, Sabah FA hanya finis di posisi sembilan dengan koleksi 23 angka. Sebenanya, finis di posisi sembilan takkan membuat Abdoulaye Maiga dan kawan-kawan terdegradasi.
Hanya saja karena masalah administrasi, poin Sabah FA dikurangi enam angka. Alhasil, koleksi poin mereka hanya 17 dan otomatis turun ke posisi 10. Finis di posisi 10 membuat Sabah FA terdegradasi ke Malaysia Premier League 2018. Alhasil, kontrak RD pun tidak diperpanjang.

(Makan Konate sempat jadi anak asuh RD di Malaysia)
Tentu harapannya, Kurniawan tidak mengalami nasib seperti yang diterima RD. Sebab, jika Kurniawan bersinar bersama Sabah, nama persepakbolaan Tanah Air yang otomatis terangkat.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.