nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Pemain yang Pernah Cicipi Karier di Eropa dan Juga Turun di SEA Games

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 18:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 09 51 2139857 sederet-pemain-yang-pernah-cicipi-karier-di-eropa-dan-juga-turun-di-sea-games-TvtnsiY8gP.jpg Egy (kiri) kini merumput bersama Lechia Gdansk. (Foto: PSSI)

Tim Nasional Indonesia U-22 akan menghadapi Vietnam di final cabang olahraga sepakbola putra SEA Games 2019, Selasa 10 Desember malam WIB. Medali emas dibidik Timnas Indonesia U-22 demi mengakhiri paceklik juara yang telah berlangsung 28 tahun.

Saat ini, Timnas Indonesia U-22 membutuhkan dukungan masif dari pencinta sepakbola Tanah Air. Sebab, dengan dukungan semangat yang membara, motivasi Evan Dimas dan kawan-kawan diyakini bakal terdongkrak.

Timnas Indonesia U-22

(Skuad Timnas Indonesia U-22 saat merayakan kelolosan ke final SEA Games 2019. Foto: PSSI)

Agar semakin optimal saat mendukung Timnas Indonesia U-22 berjuang di laga SEA Games 2019, Anda wajib mencoba dua varian pedas khas Indonesia dari Indomie yakni Indomie Hypeabis Ayam Geprek dan Indomie Mi Goreng Aceh.

Indomie Mi Goreng Aceh dengan mi lebih tebal dan disajikan lengkap dengan bawang goreng, akan memberikan sensasi pedas yang gokil! Selain itu, Indomie HypeAbis Ayam Geprek dengan taburan kremesan yang gress akan memberikan cita rasa pedas poooll khas Indonesia! Setelah mencoba dua varian di atas, semangat Anda akan berubah menjadi semangat pedas membara untuk turut mendukung Timnas Indonesia U-22.

Berkat dukungan semangat yang membara, permainan Timnas Indonesia U-22 akan semakin apik dengan harapan hasil optimal dapat diraih Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan di SEA Games 2019. Dalam partai puncak nanti, Egy merupakan pemain yang dapat diandalkan Timnas Indonesia U-22.

BACA JUGA: Timnas Indonesia Siap Ulangi Sejarah di Stadion Rizal Memorial

Kontribusinya di SEA Games 2019 tidak main-main bagi Timnas Indonesia U-22. Saat ini, pesepakbola 19 tahun itu telah mencetak empat gol. Bahkan saat Indonesia menang 4-2 atas Myanmar di semifinal, pemain jebolan SSB Ragunan itu dapat mencetak satu gol maupun assist. Sebenarnya hal yang tidak mengherankan Egy tampil prima sejauh ini.

Ia memiliki pengalaman berkarier di persepakbolaan level Eropa. Egy menjadi satu-satunya pemain Timnas Indonesia U-22 yang masih dan pernah merumput di Eropa. Pesepakbola 19 tahun itu saat ini tercatat sebagai pemain di klub divisi teratas Liga Polandia, Lechia Gdansk.

Egy Maulana Vikri

(Egy Maulana, pemain andalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2019. Foto: PSSI)

Meski begitu, bukan hanya Egy, pemain asal Indonesia yang pernah merumput di Eropa dan juga mentas di SEA Games. Beberapa pemain di antaranya adalah Ezra Walian, Alfin Tuassalamony, Yandi Sofyan Munawar, Manahati Lestusen, Kurniawan Dwi Yulianto dan Bima Sakti. Ezra yang kini berseragam PSM Makassar, cukup lama berkarier di Liga Belanda.

Saat turun bersama Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2017, Ezra tercatat sebagai pemain Almere City, klub yang mentas di Divisi II Liga Belanda. Saat itu, Ezra hanya sanggup membawa Timnas Indonesia U-23 finis di posisi tiga SEA Games 2017.

Kemudian, Yandi Sofyan dan Manahati, dua personel Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2015 sama-sama pernah berseragam klub Divisi II Liga Belgia, CS Vise. Untuk Yandi, ia sempat 21 kali turun bersama CS Vise, sedangkan Manahati cuma dua kali.

Dua nama di atas hanya mengantarkan Timnas Indonesia U-23 finis di posisi empat SEA Games 2015. Bagaimana dengan Alfin? Sama seperti Manahati dan Yandi, pemain asal Tulehu itu juga sempat membela CS Vise.

Dalam kurun 2011-2013, Alfin turun dalam 49 pertandingan dengan koleksi satu gol. Ia sendiri membela Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2013, yang mana saat itu skuad Garuda Muda finis di posisi dua, setelah takluk dari Thailand di partai puncak.

Selanjutnya, Bima Sakti pernah membela Tim Sampdoria Primavera. Sementara Kurniawan lebih dahsyat lagi. Selain membela Tim Sampdoria Primavera, si Kurus –julukan Kurniawan– sempat mentas di divisi teratas Liga Swiss bersama FC Luzern.

Prestasi terbaik Bima Sakti dan Kurniawan bersama Timnas Indonesia di ajang SEA Games, tercipta pada 1997. Saat itu, Timnas Indonesia finis runner-up setelah kalah adu penalti dari Thailand dalam laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Sekarang harapannya, Timnas Indonesia U-22 dapat meraih medali emas SEA Games 2019. Jika hal itu dapat terealisasi, praktis bakal memperindah pencapaian kontingen Indonesia di SEA Games 2019 yang saat ini bertengger di posisi emp;at perolehan sementara klasemen medali.

#PedaskanSemangatIndonesia

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini