nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komentar Pertama Iwan Bule sebagai Ketum PSSI 2019-2023

Andika Pratama, Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 19:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 02 51 2125025 komentar-pertama-iwan-bule-sebagai-ketum-pssi-2019-2023-ariJBSys7g.jpg Iwan Bule sedang diberondong sejumlah pertanyaan oleh wartawan. (Foto: Andika Pratama/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI terpilih periode 2019-2023, Mochamad Iriawan (Iwan Bule) baru keluar dari Ballroom Hotel Shangri-La sekira pukul 18.00 WIB. Setelah hadir ke hadapan awak media, Iwan Bule langsung diserbu dengan banyak pertanyaan.

Salah satunya ialah soal pengaturan skor di sepakbola Tanah Air yang hangat diperbincangkan dalam setahun ke belakang. Iwan Bule menyatakan PSSI siap bekerja sama dengan pihak Kepolisian terutama Satgas Anti-Mafia Bola untuk menumpas praktik ilegal tersebut.

Iwan Bule

Iwan Bule berkomitmen untuk menumpas praktik pengaturan skor yang ada di sepakbola Tanah Air seperti yang pernah ia sampaikan sebelum terpilih sebagai Ketum. Iwan Bule mengaku tidak hanya siap bekerja sama dengan Satgas Anti-Mafia Bola tetapi juga dengan Kemenpora.

BACA JUGA: Iwan Bule Jadi Ketum PSSI, Presiden FIFA Berharap Sepakbola Indonesia Bangkit

"Saya komit seperti yang saya sampaikan sebelumnya (untuk memberantas mafia bola). Nanti jika memang terbukti akan saya dorong ke pihak Kepolisian. Tinggal atur saja (kerja sama dengan Kepolisian) begitu juga dengan Kemenpora. Nanti Satgas Anti-Mafia Bola akan memberitahu kami untuk nanti diselesaikan. Evaluasi pasti ada itu," ujar Iwan Bule kepada awak media, Sabtu (2/11/2019).

Selain itu, Iwan Bule juga ditanyai pendapat soal adanya anggota Komite Eksekutif (Exco) yang rangkap jabatan di klub. Iwan Bule menerangkan hal seperti itu sudah ada di era sebelumnya sehingga untuk saat ini tindakan terbaik adalah mengawasi dengan ketat dan menjaga agar setiap pertandingan berjalan adil.

Mochamad Iriawan

Iwan Bule belum berpikir akan meminta Exco yang rangkap jabatan di klub untuk mengundurkan diri. Akan tetapi, jika ditemui kasus salah satu klub yang ada Exco di dalamnya mendapatkan keuntungan maka akan dilakukan evaluasi.

"Itu sulit. Exco itu dipilih oleh kita juga sehingga tidak bisa kita intervensi karena sebelumnya juga ada. Tinggal pengawasan kita kepada mereka. Jadi, pertandingan harus fair. Jangan sampai ada yang menguntungkan salah satu klub. Sementara belum berpikir ke sana (meminta Exco mundur dari klub) tapi jika ada indikasi salah satu klub diuntungkan akan kita evaluasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini