nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awal Mula Ricuhnya Laga PSIM vs Persis Solo di Stadion Mandala Krida

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 22:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 21 49 2119929 awal-mula-ricuhnya-laga-psim-vs-persis-solo-di-stadion-mandala-krida-GljbLhKGGG.jpg Pendukung PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida. (Foto: Twitter PSIM Yogyakarta)

YOGYAKARTA – Pertandingan bertajuk derbi Mataram yang mempertemukan antara Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta berakhir ricuh di Stadion Mandala Krida pada Senin (21/10/2019) sore WIB. Kericuhan pertandingan Liga 2 2019 tersebut terjadi di menit-menit akhir babak kedua, yang mana pada saat itu Persis Solo sedang unggul 3-2 atas PSIM.

Pemicu kerusuhan bermula dari pertikaian yang terjadi antara para pemain Persis dan PSIM di lapangan Stadion Mandala Krida. Penggawa Persis, Mochamad Shulton Fajar, yang terlihat mengulur-ngulur waktu pertandingan, tak diduga-duga membuat pemain PSIM, Achmad Hisyam Tolle, emosi hingga akhirnya memukul pemain Persis Solo tersebut.

Baca Juga: Laga PSIM vs Persis Berakhir Rusuh, Mobil Polisi Dibakar

Melihat aksi Tolle tersebut, wasit pertandingan Persis vs PSIM langsung memberikannya kartu kuning kedua dan otomatis kartu merah ke pemain tersebut. Dari kejadian tersebut, kondisi di dalam lapangan semakin memanas hingga pemain PSIM lainnya, yakni Raymond Ivantonius Tauntu, juga mendapatkan kartu merah oleh sang pengadil lapangan karena melakukan tendangan kepada Shulton.

Supoter Persis Solo

Disaat kondisi dalam lapangan sudah memanas, para suporter di tribun ternyata ikut-ikutan emosi dan membuat kericuhan pertandingan tersebut semakin kacau. Seperti laporan yang didapatkan Okezone, suporter PSIM tepatnya berhasil masuk ke lapangan untuk mengejar para pemain Persis. Dengan penonton sudah masuk ke lapangan itu, wasit pun langsung menghentikan pertandingan.

Keputusan wasit menghentikan pertandingan memang adalah keputusan yang tepat, karena suporter PSIM sudah terlalu banyak yang masuk ke lapangan dan membuat pihak keamanan serta kepolisian harus turun tangan, terutama untuk menjaga para pemain Persis. Para pemain Persis itu tepatnya langsung dibawa ke kendaraan Dalmas milik Sat Dalmas Polda DIY.

Pihak kepolisian sendiri sebenarnya sudah mencoba untuk menahan suporter PSIM, salah satunya dengan cara menembakkan gas air mata ke kurumunan pendukung tim tuan rumah tersebut. Namun pada pukul 17.20 WIB, suporter PSIM justru tak menyerah. Mereka bahkan keluar dari stadion hanya untuk mengejar kendaraan yang mengamankan para pemain Persis.

Disaat yang bersamaan, pihak kepolisian yang juga mencoba untuk mengevakuasi para suporter yang masih tertahan di dalam Stadion Mandala Krida. Kendati begitu, selang sejam setelahnya, tepatnya pada pukul 18.10 WIB, kendaraan patroli milik polisi justru dirusak dan dibakar oleh oknum suporter PSIM yang tak terima diserang kepolisian dengan gas air mata.

Suporter PSIM Yogyakarta

Tercatat setidaknya satu unit mobila sedan patroli dibakar dan tiga mobil patroli lainnya rusak diserang para oknum suporter PSIM. Kericuhan tersebut pun akhirnya mereda pada pukul 18.30 WIB karena para suporter mulai pergi meninggalkan stadion.

Sampai berita ini dibuat, kondisi Stadion Mandala Krida sudah berlansgung aman dan tak ada korban yang dilaporkan. Untuk hasil pertandingan sendiri, Persis Solo dipastikan tetap menang atas PSIM dengan skor 3-2.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini