Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ansu Fati, sang Pencetak Rekor yang Tolak Tawaran Rumah dari Madrid

Ramdani Bur , Jurnalis-Selasa, 17 September 2019 |12:09 WIB
Ansu Fati, sang Pencetak Rekor yang Tolak Tawaran Rumah dari Madrid
Ansu Fati baru berusia 16 tahun, namun telah jadi andalan Barcelona. (Foto: @FCBarcelona)
A
A
A

BARCELONA Ansu Fati menjadi bahan pembicaraan akhir-akhir ini berkat performa impresif bersama Barcelona, di saat usianya yang baru 16 tahun. Pesepakbola kelahiran Guinea-Bissau itu memanfaatkan secara optimal cedera yang dialami dua penyerang Barcelona, Luis Suarez dan Lionel Messi.

Terbukti dari tiga penampilan bersama Barcelona di Liga Spanyol, winger berkaki kidal itu mengoleksi dua gol dan satu assist. Melihat performa gemilang di atas, Barcelona tidak salah merekrut Fati dari akademi Sevilla pada 2012, atau ketika usia si pemain masih 10 tahun.

Ansu Fati

(Ansu Fati saat membela tim junior Sevilla. Foto: Marca)

Saat itu, Direktur Usia Muda Barcelona, Alberto Puig, berhasil meyakinkan ayah Fati, Bori, untuk melepas sang anak ke Blaugrana –julukan Barcelona. Kala itu, Barcelona sebenarnya mendapatkan pesaing dari Real Madrid dalam usaha mendapatkan Fati.

BACA JUGA: Ansu Fati Jadi Cadangan di Laga Dortmund vs Barcelona?

Bahkan, Madrid berani memberikan uang yang lebih besar ketimbang yang ditawarkan Barcelona, plus sebuah rumah di ibu kota Spanyol tersebut. Jelas, tawaran Madrid sangat menggiurkan bagi Bori dan keluarga. Hanya saja, tawaran tersebut tidak diambil.

Alasannya karena markas latihan Madrid yakni Valdebebas belum memiliki asrama menginap layaknya La Masia milik Barcelona. Karena itu, Bori memilih memasukkan sang anak ke akademi Barcelona dan setelah tujuh tahun berlatih, Fati mampu menembus skuad utama.

Ansu Fati

Jika turun di laga Dortmund vs Barcelona pada laga perdana Grup F Liga Champions 2019-2020 dini hari nanti, Ansu Fati akan mencetak sejarah. Winger bertinggi badan 178 sentimeter itu akan tercatat sebagai pemain termuda Barcelona yang berkiprah di Liga Champions, tepatnya di usia 16 tahun dan 304 hari.

Fati mengalahkan rekor yang dimiliki Bojan Krkic, yakni 17 tahun dan 53 hari. Bahkan jika mampu mencetak gol, Fati akan tercatat sebagai pesepakbola termuda yang mengemas gol di Liga Champions.

Ia bakal mengalahkan rekor yang dimiliki Peter Ofori-Quaye yang mencetak gol di Liga Champions 1997-1998. Saat itu membela Olympiakos, Peter Ofori mencetak gol ke gawang Rosenborg (Norwegia) dalam usia 17 tahun dan 195 hari.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement