Dengan kondisi ini, Pochettino merasa publik perlu melakukan pendekatan yang berbeda kala ingin membandingkan timnya dengan Arsenal. Sebab, ada perbedaan mencolok dalam filosofi kedua tim dalam mengatur skuadnya.
“Arsenal, dalam dua tahun terakhir, mengontrak Aubameyang, striker terbaik di Jerman; Lacazette, striker terbaik di Prancis; dan satu tahun setelahnya mendatangkan Pepe. Jika Anda melihat kami dalam lima tahun terakhir, sekarang striker utama kami adalah Harry Kane, tetapi striker spesifik kedua kami berusia 17 tahun, Troy Parrott. Itulah perbedaan kami,” ujar Pochettino, sebagaimana dikutip dari Goal, Minggu (1/9/2019).

"Saya tidak ingin mengatakan salah atau yang lain baik. Hanya saja, cara kami bekerja benar-benar berbeda dan, setelah itu, kami perlu bersaing. Saya tidak ingin mengatakan salah satunya salah dan yang lain bagus, hanya saja cara kami beroperasi sudah sangat berbeda, kami harus berkompetisi seperi Mercedes dengan Ferrari, McLaren, Red Bull di Formula 1,” lanjutnya.
“Setelah itu, kami berkompetisi di balapan yang sama. Jika Anda menilai, maka penilaian tersebut tidak hanya dari balapan tersebut, namun juga keseluruhan proses. Itulah mengapa terkadang adil dan terkadang juga tidak adil,” tukas pelatih berpaspor Argentina itu.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.