Skill mumpuni, tubuh atletis, dan tajam di mulut gawang, menjadi dasar pertimbangan pemberian banyak penghargaan pada 1995. Salah satu bukti kehebatannya adalah gol solo-run ke gawang Hellas Verona di Stadion San Siro pada Liga Italia 1995-1996.

Penampilan hebat tersebut membuat George Weah diganjar berbagai penghargaan prestisius, Ballon dOr, Onze dOr dari majalah Prancis Onze Mundial, Pemain Terbaik Afrika, dan Pemain Terbaik FIFA 1995. Semua penghargaan tersebut diraih pada tahun yang sama.
Sederet penghargaan tersebut menjadi rekor tersendiri di kemudian hari. Hingga detik ini, belum pernah ada pemain asal Afrika lainnya yang diganjar trofi Ballon dOr dan Pemain Terbaik FIFA. Yang terdekat hanya Samuel Eto’o yang menjadi pilihan ketiga Pemain Terbaik FIFA 2005.
Tinta emas lain yang ditorehkan George Weah adalah, satu-satunya pemain yang menyabet tiga penghargaan bergengsi dalam satu tahun. Ia menjadi pesepakbola terbaik Benua Afrika (benua asalnya), Benua Eropa (tempatnya bermain), dan dunia pada tahun yang sama alias Grand Slam.
(Andika Pratama)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.