TINTA emas sejarah dicatatkan atas nama George Weah pada 1995. Pesepakbola asal Liberia tersebut menjadi satu-satunya pemain dari Benua Afrika yang pernah memenangi gelar individu, yakni Ballon dOr serta Pesepakbola Terbaik di Dunia.
Bakat besar George Weah sebetulnya baru terendus pada 1988 atau ketika usianya menginjak 22 tahun. Pada usia tersebut, ia memutuskan meninggalkan Benua Hitam untuk hengkang ke Eropa bersama AS Monaco di bawah asuhan Arsene Wenger.
Weah hanya memperkuat Les Monegasque selama tiga tahun dan kemudian hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG). Di Ibu Kota Prancis lah nama George Weah makin dikenal dunia. Penampilan ciamiknya membuat AC Milan terpikat dan memboyongnya ke Italia pada 1995.

Musim perdananya di Italia benar-benar penuh sukses. Bersama Dejan Savicevic dan Zvonimir Boban, George Weah membentuk trisula mematikan. Ia juga berhasil menjadi top skor Liga Italia 1995-1996. Pencapaian hebat tersebut tentu saja mengundang decak kagum dari seantero dunia.