MADRID – Stasiun televisi olahraga terkemuka, beIN Sports, menjadikan dua pelatih kelas dunia, yakni Arsene Wenger dan Jose Mourinho sebagai komentator atau pandit di final Liga Champions 2018-2019. Keputusan yang diambil stasiun televisi asal Qatar itu jelas menarik perhatian, mengingat hubungan Mourinho dan Wenger kurang akur.
Mourinho dan Wenger sempat beradu taktik sebagai pelatih di ajang Liga Inggris. Saat itu, Mourinho sempat membawahi Chelsea dan Manchester United, sedangkan The Professor –julukan Wenger– menangani Arsenal.
beIN Sports have announced Jose Mourinho and Arsene Wenger will be in the studio together to analyse the Champions League final. This is going to be special. 👀 pic.twitter.com/RdstXv2yYC
— OWURA YESU (@jacobOwusu17) May 27, 2019Baca Juga:
Total dari 19 pertemuan, Mourinho lebih unggul ketimbang Wenger dengan koleksi 10 menang, 7 imbang dan 2 kalah. Unggul dalam rekor pertemuan, plus dibarengi kegagalan Wenger membawa Arsenal juara Liga Inggris sejak 2003-2004, membuat Mourinho kerap mengejek sang rival.
BACA JUGA: Kapan Mourinho Putuskan Kembali Melatih?
Bahkan di suatu kesempatan, Mourinho menyebut Wenger sebagai pelatih spesialis kegagalan! Karena itu tak heran, Wenger sempat mendorong Mourinho saat Chelsea mengalahkan Arsenal 2-0 di pekan keenam Liga Inggris 2015-2016.
Karena itu, menarik menanti respons Mourinho dan Wenger saat dihadapkan sebagai pandit di final Liga Champions 2018-2019 yang mempertemukan Liverpool vs Tottenham Hotspur pada Minggu 2 Juni 2019 dini hari WIB. Selama berprofesi sebagai pandit, bagi Wenger dan Mourinho dikenal cerdas dalam menganalisis sebuah pertandingan

Hal itu tidak mengherankan, mengingat Mourinho dan Wenger sama-sama memiliki karier cemerlang sebagai pelatih. Sekarang yang jadi pertanyaan, analisis siapa yang lebih tajam di pertandingan nanti?
(Ramdani Bur)