Kebersamaan Ronaldinho dengan sang ayah sayangnya tak berlangsung lama. Pasalnya, sang ayah meninggal dunia saat Ronaldinho masih berusia 8 tahun karena serangan jantung. Meski begitu, dalam kebersamaannya yang singkat, Ronaldinho memetik banyak pelajaran berharga, baik itu mengenai kehidupan sehari-hari maupun dalam bermain sepakbola.
Dalam kehidupan sehari-hari, sang ayah selalu mengajarkan Ronaldinho untuk menjadi pribadi yang jujur. Mungkin hal ini pula yang membuat Ronaldinho selalu tersenyum, karena ia merasa tak ada yang perlu ditutupi dan menjalani hidup sebagaimana mestinya.

Sementara itu, perihal sepakbola, sang ayah selalu mengatakan untuk bermain secara sederhana. Hal itulah yang kemudian menjadi filosofi dari permainan Ronaldinho. Dengan cara-cara sederhana, Ronaldinho mampu mengecoh lawan-lawannya dan memikat para penonton. Dengan kesederhanaan itu pula sepakbola Ronaldinho menjadi elegan, hingga ia dijuluki sebgai The Magician.
“Dia (sang ayah) adalah salah satu orang paling penting bagi saya dan dalam karier saya, meskipun dia meninggal ketika saya masih sangat muda. Dia memberi saya beberapa saran terbaik yang pernah saya miliki. Di luar lapangan: 'Lakukan hal yang benar dan menjadi orang yang jujur dan jujur.' Dan di lapangan: 'Mainkan sepakbola sesederhana mungkin.' Dia selalu mengatakan salah satu hal paling rumit yang dapat Anda lakukan adalah memainkannya dengan sederhana,” terang Ronaldinho.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.