nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Pemain Bintang yang Gagal saat Jadi Pelatih, Nomor 2 Legenda Man United

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 12:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 18 51 2031521 5-pemain-bintang-yang-gagal-saat-jadi-pelatih-nomor-2-legenda-man-united-QYEVENBlIF.jpg Thierry Henry. (Foto: Reuters)

PARA pemain sepakbola bintang dunia kerap mencoba peruntungannya untuk melatih sebuah tim setelah gantung sepatu. Beberapa di antaranya pun berhasil menorehkan karier yang begitu gemilang. Hal ini dapat terlihat pada sosok Josep Guardiola dan Jose Mourinho.

Nama Guardiola tampaknya sudah sangat familier di kuping para pencinta sepakbola. Kariernya sebagai pelatih sangatlah gemilang karena berhasil mengantarkan setiap tim yang ditanganinya merengkuh hasil manis. Kondisi tersebut dapat terlihat kala dirinya menangani Barcelona, Bayern Munich, dan kini Manchester City.

Hal yang sama pun dilakukan oleh Mourinho. Nama pelatih berjuluk The Special One ini telah malang-melintang di tim-tim top dunia, seperti Real Madrid, Chelsea, hingga Manchester United. Meski kini sedang tak melatih tim mana pun, nama Mourinho tetap saja dikaitkan dengan tim-tim papan atas dunua.

Sebelum menapaki karier yang gemilang sebagai pelatih, keduanya merupakan pemain sepakbola. Karena itu, Guardiola dan Mourinho telah membuktikan mereka memiliki kemampuan yang cakap baik dalam melatih ataupun bermain sepakbola.

Tetapi, tak semua mantan pemain berhasil menorehkan karier yang cemerlang saat banting setir sebagai pelatih. Hal ini telah dibuktikan dari beberapa sosok pemain bintang di dunia. Kali ini, Okezone pun akan membahasnya. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Senin (18/3/2019), berikut lima pemain bintang yang gagal saat jadi pelatih.

5. Gary Neville

Di urutan kelima, ada nama Gary Neville. Mantan pemain Manchester United ini menorehkan karier yang begitu gemilang selama masih berkarier sebagai pesepakbola. Man United jadi bukti kehebatannya. Di tim yang bermarkas di Old Trafford itu, Neville bermain lebih dari 600 kali.

Gary Neville

Lamanya bernaung di Man United membuat Neville menuai banyak pelajaran berharga dari para pelatihnya, khususnya Sir Alex Ferguson yang berhasil membawa tim berjuluk Setan Merah itu merengkuh hasil yang sangat manis. Karena itu, setelah gantung sepatu pada 2011, Neville pun memutuskan banting setir menjadi pelatih.

Bermodalkan pengalaman selama bermain di Man United, Neville dapat menghabiskan empat tahun sebagai asisten Roy Hodgson untuk menangani Timnas Inggris. Pada Desember 2015, Neville pun diumumkan sebagai manajer baru Valencia. Kabar ini mengejutkan banyak penggemar klub sepakbola Spanyol. Sebab, pengalaman Neville dinilai masih kurang dalam melatih tim. Kekhawatiran para fans pun terjawab karena Neville hanya tampil 28 kali bersama Valencia dan memenangkan 10 pertandingan.

4. Edgar Davids

Selanjutnya, ada nama Edgar Davids. Nama mantan pemain Inter Milan ini juga menggemparkan publik saat ditapuk sebagai pelatih salah satu tim sepakbola Inggris, Barnet. Sama seperti Neville, saat ditetapkan sebagai pelatih, Davids juga tak memiliki pengalaman dalam menangani tim.

Edgar Davids

Karier Davids sebenarnya terbilang gemilang saat berstatus sebagai pesepakbola. Ia bermain untuk sembilan klub dari empat negara berbeda. Namanya pernah bertengger di klub-klub papan atas dunia, seperti Ajax Amsterdam, AC Milan, Juventus, Barcelona, hingga Tottenham Hotspur. Davids juga pernah memperkuat Timnas Belanda selama beberapa musim.

Sayangnya, kariernya yang gemilang sebagai pesepakbola tak dapat terjadi saat dirinya memutuskan menjadi pelatih tim. Setelah pensiun pada 2010, secara mengejutkan Davids diperkenalkan sebagai pelatih tim liga dua Inggris, Barnet, pada 2012. Meskipun membuat awal yang apik, Davids tetap tidak dapat menyelamatkan Barnet dari degradasi pada musim 2012-2013. Pada Januari 2014, ia akhirnya mengundurkan diri sebagai pelatih.

3. Alan Shearer

Kemudian, ada nama Alan Shearer di urutan ketiga. Pada 2009, mantan pemain Timnas Inggris ini menerima tawaran melatih tim dari Newcastle United. Sebagai mentan jebolan Newcastle, Shearer tentu saja diyakini bisa membawa tim merengkuh hasil manis karena telah memahami seluk-beluk tim.

Alan Shearer

Newcastle yang tengah terancam dari degradasi saat itu memang begitu mengharapkan kontribusi besar dari Shearer. Dengan mengandalkan kemampuan pemain asal Inggris itu selama masih menjadi pesepakbola, Newcastle berharap bisa memperbaiki musim buruknya. Nyatanya, kecakapan Shearer dalam dunia sepakbola hanya terdapat sebagai pemain tidak sebagai pelatih.

Alhasil, karier kepelatihan Shearer hanya berjalan singkat. Di Newcastle, dia hanya bisa tampil di delapan pertandingan. Shearer tidak dapat menyelamatkan klub dari degradasi ke Championship karena kalah dari Aston Villa di hari terakhir penentuan nasib mereka.

2. Paul Scholes

Di posisi kedua, ada nama legenda Man United, Paul Scholes. Karier gemilang berhasil ditorehkan Scholes sebagai pesepakbola. Ia berhasil menyandang status sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia. Scholes bermain 718 kali untuk Man United di semua kompetisi, mencetak 155 gol, dan memenangkan sejumlah trofi. Dia memenangkan Liga Champions serta 11 gelar juara Liga Inggris.

Paul Scholes

Pada 2012, Scholes pun memutuskan mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola. Ia memutuskan melanjutkan kariernya sebagai pelatih. Sayangnya, hal-hal yang tak diinginkan terjadi selama Scholes meniti karier sebagai pelatih.

Dia melatih klub liga dua, Oldham Athletic, pada Februari 2019. Segalanya dimulai dengan baik dengan kemenangan 4-1 atas Yeovil Town di pertandingan pertamanya. Tapi, lama-kelamaan, hasil yang didapat terus buruk. Alhasil, Scholes hanya bertanggung jawab untuk enam pertandingan. Dia akhirnya mengundurkan diri setelah hanya 31 hari melatih tim.

1. Thierry Henry

Terakhir, ada nama Thierry Henry. Tidak ada keraguan Henry adalah salah satu pemain terhebat yang pernah ada di Liga Inggris. Ia telah menjadi pencetak gol terbanyak selama memperkuat Arsenal sejak 1999. Henry memiliki beberapa momen yang tak terlupakan, terutama mencetak gol kemenangan di Santiago Bernabeu dalam final Liga Champions 2006.

Thierry Henry

Sayang, kegemilangannya selama menjadi pesepkbola tak dapat diulangi kala mengambil jabatan sebagai pelatih. Setelah menolak pekerjaan di Aston Villa, Henry akhirnya mengambil alih peran Leonardo Jardim di AS Monaco pada Oktober. Dia menandatangani kontrak tiga tahun dengan tim raksasa Prancis itu, Tetapi, setelah memenangkan hanya empat dari 20 pertandingan, dia akhirnya dipecat pada Januari.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini