nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kiper Timnas Futsal Selandia Baru Jadi Korban Serangan Teroris di Masjid Christchurch

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 05:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 18 51 2031380 kiper-timnas-futsal-selandia-baru-jadi-korban-serangan-teroris-di-masjid-christchurch-0BleEaAiBv.jpg Atta Elayyan, korban teroris di kejadian Christchurch. (Foto: Futsal Planet)

CHRISTCHURCH – Seorang kiper Tim Nasional (Timnas) Futsal Selandia Baru dikonfirmasi menjadi korban atas serangan teroris yang terjadi di Christchurch, Selandira Baru. Menurut laporan dari Federasi Sepakbola Selandia Baru (NZF), kiper yang ikut tewas dari serangan teroris itu bernama Atta Elayyan.

Atta diketahui sedang shalat Jumat di Masjid Al Noor, Chrischurch, tempat kejadian di mana teroris, Brento Harrison Tarrant, menyerang secara membabi buta para jamaah yang sedang melakukan ibadah tersebut. Ia menjadi korban meninggal dari 50 orang yang tewas dihabisi oleh teroris berwarga negara Australia itu, pada Jumat (15/3/2019).

Baca Juga: Seorang WNI Dipastikan Meninggal Dunia dalam Serangan Teroris di Masjid Christchurch

Kabar Atta menjadi salah satu korban dari serangan teroris itu disampaikan langsung oleh NZF melalui situs resminya pada Minggu 17 Maret 2019. Federasi Futsal Selandia Baru itu juga mengatakan pihak keluarga sudah mengkonfirmasi Atta menjadi korban dari insiden berdarah di Masjid Al Noor tersebut.

Atta merupakan kiper Timnas Futsal Selandia Baru yang baru mencatatkan 19 penampilan bersama Futsal Whites –julukan tim futsal Selandia Baru. Ia pun meninggal ketika usianya baru menginjak 33 tahun.

Kepala Eksekutif Sepakbola Mainland Football Federation, Julian Bowden, mengatakan hari kepergian Atta menjadi hari yang sangat menyedihkan bagi federasi futsal negara tersebut. Ia pun tak lupa mengucapkan rasa bela sungkawa terhadap keluarga Atta.

“Simpati yang terdalam saya persembahkan untuk keluarga Atta yang tengah bersedih. Kami berduka bersama. Atta adalah anggota yang populer dari keluarga Canterbury United dan kami semua terkejut akan berita itu. Kejadian yang terjadi pada hari Jumat kemarin bukanlah Selandia Baru kami,” kata Bowden, dikutip dari laman resmi NZF, Senin (18/3/2019).

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini