nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sanchez, dari Petinju, Pemain Akrobatik, hingga Jadi Pesepakbola Top Dunia

Djanti Virantika, Jurnalis · Sabtu 16 Maret 2019 09:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 51 2030571 sanchez-dari-petinju-pemain-akrobatik-hingga-jadi-pesepakbola-top-dunia-Cvbf1c6pT4.jpg Alexis Sanchez (kedua dari kanan) saat masih kecil. (Foto: Istimewa)

ASAM garam kehidupan telah dirasakan megabintang Manchester United, Alexis Sanchez, selama hidup 30 tahun. Jauh sebelum meraih kesuksesan di dunia sepakbola seperti saat ini, Sanchez hidup menderita. Kejamnya kehidupan pun memaksa Sanchez untuk melakukan segala hal demi mendapatkan uang agar dapat bertahan hidup.

Sepakbola pun bukan jadi satu-satunya dunia yang ditekuni Sanchez selama masa hidupnya. Ia telah menjajal beberapa profesi lainnya demi bertahan hidup, mengenyam pendidikan, dan menggapai cita-cita seperti manusia pada umumnya. Karena itu, Sanchez bahkan tak ragu untuk menjalani beberapa profesi yang terbilang berbahaya dan berisiko besar saat kecil.

Alexis Sanchez

Sanchez kecil pernah menjajal beberapa profesi. Ia pernah menjadi tukang cuci mobil. Tak hanya itu, mantan pemain Barcelona ini juga pernah menjadi petinju. Tentu saja bukan petinju profesional yang dijalani Sanchez kecil. Ia hanya bertarung di jalanan dengan ‘petinju’ cilik lainnya hanya demi mendapatkan uang dari para penontonnya. Ia tak takut menjalani profesi ini, meski bisa mengancam nyawanya karena pukulan keras dari lawan yang dapat membuatnya terluka parah.

Tekanan ekonomi benar-benar membuat Sanchez kecil melupakan soal keselamatannya. Baginya, uang adalah hal utama. Untungnya, Sanchez ternyata piawai dalam dunia adu jotos ini. Alhasil, ia bisa terhindar dari luka yang serius selama bertanding dan selalu mendapatkan uang dari profesi ini.

Alexis Sanchez

Selain menjadi petinju, Sanchez juga memiliki keahlian lainnya. Ia juga bisa bermain akrobatik layaknya pemain sirkus di sebuah pementasan. Badan lenturnya pun dimanfaatkan Sanchez untuk meraup punci-pundi peso. Ia kerap kali menunjukkan aksinya memutar badan hingga jungkir balik di hadapan teman sebayanya hingga orang-orang dewasa di Tocopilla hanya untuk mengumpulkan koin demi koin.

Seluruh uang ini dikumpulkan Sanchez untuk melanjutkan sekolah hingga membantu paman yang telah mengadopsinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak hanya rela banting tulang, kemiskinan juga membuat Sanchez kecil tak sungkan untuk meminta makanan kepada para tetangganya.

Alexis Sanchez

Kondisi ini diamini oleh saudara laki-laki Sanchez, Humberto. Dalam sebuah wawancara di The Sun, ia menceritakan kondisi Sanchez semasa kecil. Ia bercerita bagaimana Sanchez tumbuh dan harus berjuang melawan kemiskinan.

“Alexis (Sanchez) tidak punya apa-apa saat tumbuh dewasa. Dia harus berjuang untuk mendapat semua yang dimilikinya saat ini. Kami adalah yang termiskin dari orang-orang miskin yang ada di wilayah kami sehingga Alexis melakukan apa pun yang dia bisa dari usia yang sangat muda. Kadang-kadang dia sangat lapar dan mengetuk pintu tetangga untuk meminta roti. Mereka selalu memberinya apa yang mereka miliki. Orang-orang di lingkungan kami berusaha untuk saling menolong,” ujar Humberto.

(dji)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini