nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Spalletti: Gol Pertama Frankfurt Buat Inter Hilang Harapan

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 08:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 15 51 2030232 spalletti-gol-pertama-frankfurt-buat-inter-hilang-harapan-02tAD0EM75.jpg Suasana laga Frankfurt vs Inter. (Foto: Twitter Inter)

MILAN Inter Milan secara mengejutkan tersingkir dari babak 16 besar Liga Eropa 2018-2019 usai kalah 0-1 dari Eintracht Frankfurt di leg kedua yang berlansung pada Jumat (15/3/2019) dini hari WIB. Tim besutan Luciano Spalletti itu tak mampu berbicara banyak di sepanjang pertandingan lantaran permainan mereka yang seperti tak biasanya.

Tak hadirnya Lautaro Martinez akibat akumulasi kartu kuning dan masih absennya Mauro Icardi tampaknya membuat lini penyerangan tim berjuluk Nerazzurri itu menjadi tumpul. Namun, menurut Spalletti ada faktor lain yang menyebabkan Inter bisa tersingkir dari Liga Eropa di pertandingan tersebut.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Leg II Babak 16 Besar Liga Eropa 2018-2019

Menurut pemaparan Spalletti, Inter bermain sangat buruk semenjak penyerang Frankfurt, Luka Jovic, mencetak gol semata wayangnya di laga tersebut pada menit kelima. Akibat gol cepat itu, Spalletti merasa Inter seperti kehilangan harapan untuk lolos ke perempatfinal kompetisi tersebut. Padahal di leg pertama Inter meraih hasil imbang 0-0 di markas Frankfurt, jadi sebenarnya mereka hanya butuh kemenangan untuk bisa lolos.

Akan tetapi bukannya bangkit, para pemain Inter justru bermain semakin buruk seiring berjalannya waktu hingga laga berakhir. Hal itu jelas Spalletti sangat sayangkan. Ia merasa kecewa dengan para pemainnya yang tak memperlihatkan semangat juang untuk bisa lolos ke babak perempatfinal Liga Eropa 2018-2019.

“Kami kekurangan di segala hal. Kami kehilangan keseimbangan dan melakukan beberapa kesalahan akibat gol pembuka itu. Hal tersebut membuat pertandingan menjadi sulit. Gol awal (Frankfurt) telah membuat kami bermain tegang dan seolah-olah tak ada harapan lagi,” tutur Spalletti, dikutip dari Sportkseeda, Jumat (15/3/2019).

“Kami sebenarnya punya banyak waktu untuk menghadapi situasi itu dengan cerdas. Namun nyatanya kami justru bermain dengan kacau, dan lebih banyak bermain invidiu daripada sebagai sebuah tim,” tutupnya.

(RNR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini