3. Samuel Eto’o

Salah satu era kejayaan Mourinho sebagai seorang manajer adalah saat menangani Inter Milan, di mana ia mampu menyabet treble winner pada musim 2009-2010. Kala itu, salah satu pemain yang menjadi andalan Mourinho di lini depan adalah Samuel Eto’o. Tak ayal, ketika Mourinho kembali menangani Chelsea di 2013, ia kembali memanggil Eto’o.
Kendati begitu, kerja sama Mourinho dan Eto’o yang untuk kedua kalinya tersebut justru tidak berjalan mulus. Pada satu kesempatan Mourinho pernah menyinggung soal usia Eto’o, meski ia melakukannya dengan nada bercanda, “Saya mungkin berusia 50 tahun, tetapi saya masih mencetak gol!”
Meski terdengar cukup kasar, namun Eto’o nyatanya tak merasa tersinggung dengan ucapan Mourinho tersebut, “Apa yang dia katakan tidak menyakiti saya, karena saya tahu dia orang yang baik.”