nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Man City Terancam Didiskualifikasi dari Liga Champions

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 05:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 05 261 2000229 man-city-terancam-didiskualifikasi-dari-liga-champions-C2FIhvxZf9.JPG Trofi Liga Champions (Foto: Maxim Shemetov/Reuters)

NYON – Juara Liga Inggris 2017-2018, Manchester City, terancam didiskualifikasi dari Liga Champions 2018-2019 akibat dugaan pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP). Dugaan tersebut muncul berdasarkan temuan dari majalah Jerman, Der Spiegel.

Majalah tersebut menerbitkan sejumlah surat elektronik (surel) yang ditulis para petinggi Man City sepanjang 2017. Menurut Der Spiegel, saudara muda Man United itu hanya menerima uang sebesar 8 juta poundsterling (setara Rp145 miliar) saja dari sponsor utama, Etihad.

Padahal, Man City menjalin kesepakatan dengan perusahaan penerbangan tersebut senilai 67,5 juta poundsterling (setara Rp1,2 triliun) pada 2015. Sisa dana disebut didapatkan langsung dari sang pemilik, Sheikh Manshour lewat konsorsium Abu Dhabi United Group, yang merupakan hal terlarang dalam FFP.

Manchester City

(Baca juga: Respons Guardiola Usai Man City Terancam Tak Boleh Main di Liga Champions)

The Citizens diduga mengakali aturan FFP dengan menggelembungkan nilai kesepakatan dengan sejumlah sponsor yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, pihak klub juga dinilai menyembunyikan nilai kompensasi sesungguhnya dari pemecatan Roberto Mancini serta image rights.

Kepala Penyidik FFP UEFA, Yves Leterme mengatakan, Man City bisa saja didiskualifikasi dari Liga Champions 2018-2019 jika laporan Der Spiegel tersebut terbukti benar. Sebab, Manchester Biru dinilai sudah tidak jujur dalam melaporkan kondisi keuangan mereka.

Liga Champions

“Jika apa yang tertulis soal Man City itu benar, maka akan ada konsekuensi serius berupa hukuman terberat, diskualifikasi dari kompetisi UEFA. Jika benar, maka mereka melanggar prinsip kejujuran dalam pelaporan keuangan,” ujar Yves Leterme, dinukil dari The Independent, Sabtu (5/1/2019).

Sebagaimana diketahui, UEFA mengenalkan aturan FFP demi membatasi jumlah kerugian demi kesehatan keuangan klub. Setiap klub harus memperbarui laporan keuangan mereka demi mendapatkan lisensi untuk mengikuti kompetisi-kompetisi yang dihelat oleh UEFA dengan harus mencatatkan jumlah kerugian maksimal yang ditentukan federasi. 

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini