4. Andriy Shevchenko
Banyak harapan untuk pundak Shevchenko setelah ia didatangkan Chelsea dari AC Milan. Kedatangannya kala itu memecahkan rekor biaya tertinggi untuk klub Liga Inggris seharga 39,49 juta poundsterling atau sekira Rp727 miliar.
Shevchenko memulai debutnya dengan klub di pertandingan Community Shield melawan Liverpool. Pemain berpapsor Ukraina itu mencetak satu-satunya gol dalam kekalahan Chelsea dari Liverpool dengan skor 1-2. Namun setelah itu, Shevchenko berjuang keras untuk beradaptasi dengan permainan Liga Inggris yang memiliki permainan cepat.
Ia memiliki performa buruk bersama Chelsea setelah hanya mampu mencetak delapan gol selama tiga tahun masa baktinya. Gaji tinggi yang ia miliki pun tak mampu membuat performanya mumpuni. Meski penampilannya buruk, Shevchenko membuat penampilan 76 pertandingan di klub dan akhirnya dipinjamkan kembali ke Milan pada 2008.
Shevchenko pun kembali ke Chelsea untuk satu tahun tersisa dalam kontraknya. Tetapi ia pun segera pergi dari Chelsea dan hijrah ke Dynamo Kyiv serta dinobatkan sebagai pemain terbaik di Liga Ukraina pada tahun yang sama.
