nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Calon Pengganti Luis Milla di Timnas Indonesia, Nomor 1 Eks Pelatih Filipina

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 10:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 12 51 1949272 5-calon-pengganti-luis-milla-di-timnas-indonesia-nomor-1-eks-pelatih-filipina-2w5DJQN9JJ.jpg Luis Milla saat memimpin latihan Timnas Indonesia U-22. (Foto: PSSI)

LUIS Milla hingga kini belum mengiyakan tawaran perpanjangan kontrak yang diajukan PSSI. Padahal, konfirmasi dari Milla sangat dibutuhkan PSSI dalam waktu dekat. Sebab, Timnas Indonesia butuh persiapan cepat untuk ambil bagian di Piala AFF 2018 yang mulai berlangsung pada 8 November.

Jika Milla enggan memperpanjang kontrak, siapa pelatih Timnas Indonesia selanjutnya? Saat ini ada lima kandidat potensial yang memiliki peluang untuk menukangi Boaz Solossa dan kawan-kawan. Siapa saja?

Berikut 5 calon pengganti Luis Milla di Timnas Indonesia:

5. Rahmad Darmawan

Rahmad Darmawan

(Foto: Heru Haryono/Okezone)

Kualitas Rahmad Darmawan dalam menangani sebuah tim tak perlu diragukan lagi. RD –sapaan akrab Rahmad– sempat membawa Persipura Jayapura juara Liga Indonesia 2005. Hal yang sama juga dilakukan pelatih asal Metro Lampung itu bersama Sriwijaya FC pada 2007-2008.

Di level Tim Nasional (Timnas), RD juga memiliki pengalaman panjang. Ia dua kali membawa Timnas Indonesia U-23 lolos ke partai final SEA Games (2011 dan 2013), meski pada akhirnya takluk dari Malaysia dan Thailand. Ia juga sempat menjabat sebagai caretaker Timnas senior Indonesia pada awal 2013. Saat ini, RD menangani salah satu klub Liga 1, Mitra Kukar.

4. Jacksen F. Tiago

Jacksen F Tiago

(Foto: Okezone)

Jacksen bisa dibilang pelatih asing tersukses yang pernah menangani sebuah klub di Indonesia. Pelatih asal Brasil itu tercatat empat kali meraih trofi Liga Indonesia, dalam kapasitasnya sebagai juru taktik. Dari empat trofi tersebut, tiga di antaranya disabet bersama Persipura. Atas kesuksesan besarnya bersama Persipura, Jacksen sempat dipercaya menangani Timnas Indonesia dalam kurun Maret hingga Desember 2013.

Saat itu, Timnas Indonesia hanya menang satu kali dari enam pertandingan yang dijalani. Salah satu kekalahan didapat saat menghadapi Belanda di SUGBK dengan skor 0-3 pada 7 Juni 2013. Meski begitu, pelatih Barito Putera itu siap menebus kesalahan di masa lampau dan bersedia jika dipercaya menangani Timnas Indonesia.

3. Bima Sakti

Bima Sakti

(Foto: Okezone)

Jika Milla enggan memperpanjang kontrak, Bima Sakti bisa dijadikan opsi. Sebab sewaktu Milla menjabat sebagai pelatih, eks pemain Persiba Balikpapan itu bertugas sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia. Karena itu, setidaknya Bima sudah sedikit paham bagaimana cara main Timnas Indonesia di bawah arahan Milla.

Apalagi, filosofi permainan Timnas Indonesia yang mengandalkan bola-bola pendek sudah mulai terbentuk. Jika Milla enggan memperpanjang kontrak, namun PSSI ingin melihat Timnas Indonesia tampil atraktif, nama Bima Sakti bisa dikedepankan.

2. Widodo Cahyono Putro

Widodo C Putro

(Foto: Djamhari/Okezone)

Widodo yang kini menangani Bali United, sudah sering keluar-masuk di jajaran manajerial Timnas Indonesia. Ketika Timnas Indonesia dipimpin Alfred Riedl dalam dua periode, Widodo selalu setia menjadi asisten dari pelatih asal Austria tersebut.

Akan tetapi, jika ukurannya prestasi sebagai pelatih, Widodo belum terlalu bisa dibanggakan. Sebab pria 47 tahun itu belum pernah meraih trofi dalam kapasitasnya sebagai pelatih. Pencapaian terbaiknya hanyalah mengantarkan Bali United finis di posisi dua Liga 1 2017.

1. Simon McMenemy

Simon McMenemy

(Foto: Okezone)

Meski berstatus sebagai pelatih asing, McMenemy bukanlah sosok baru di persepakbolaan Indonesia. Nama McMenemy mencuat di Tanah Air ketika menangani Timnas Filipina di Piala AFF 2010. Dengan skuad seadanya, ia sanggup membawa The Azkals –julukan Filipina– melaju ke semifinal, sebelum akhirnya ditundukkan Indonesia dengan agregat 2-0.

Atmosfer yang dirasakan saat membawa Filipina berhadapan dengan Indonesia di semifinal Piala AFF, membuat pelatih 40 tahun itu tertarik menangani klub Tanah Air. Pada 2011, ia pernah menangani Mitra Kukar, dilanjutkan Pelita Bandung Raya dua tahun kemudian.

Sejak 2016, McMenemy menangani Bhayangkara FC. Bahkan pada 2017, ia mengantarkan Evan Dimas dan kawan-kawan menjadi kampiun Liga 1 setelah bersaing ketat dengan Bali United.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini