Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Hanya Timnas Indonesia U-23, Persib Juga Pernah Jadi Korban Shaun Evans

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 25 Agustus 2018 |14:40 WIB
Tak Hanya Timnas Indonesia U-23, Persib Juga Pernah Jadi Korban Shaun Evans
Shaun Roberts Evans. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA – Nama wasit asal Australia, Shaun Roberts Evans, tengah menjadi pembicaraan hangat di media sosial Indonesia usai memimpin laga 16 besar Asian Games 2018 yang mempertemukan Timnas Indonesia U-23 dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat 25 Agustus 2018 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Evans dinilai mengeluarkan keputusan yang kontroversial sehingga merugikan Garuda Muda –julukan Timnas Indonesia U-23– yang langkahnya harus terhenti di babak tersebut.

Ternyata tak hanya Timnas Indonesia U-23 yang menjadi korban keputusan kontroversial Evans, salah satu klub asal Indonesia, Persib Bandung, juga pernah mengalaminya. Hal itu terjadi saat laga Persib kontra Persija Jakarta dalam laga lanjutan Liga 1, yang digelar di Stadion Manahan Solo, pada 3 November 2017.

Kalah Adu Penalti dari UEA, Langkah Timnas Indonesia Terhenti

Dalam pertandingan itu, Evans menganulir gol Persib yang dicetak Ezechiel N’Douassel. Keputusan itu dianggap kontroversial lantaran tak ada hal yang salah pada gol tersebut. Bola bahkan terlihat sudah melewati garis gawang.

BACA JUGA: Pesan Andritany untuk Timnas Indonesia U-23 Usai Kalah dari UEA di Asian Games 2018

Tak hanya di Indonesia, Evans ternyata juga kerap mengeluarkan peraturan kontroversialnya kala memimpin pertandingan di negara asalnya. Salah satunya terjadi saat Evans memimpin pertandingan di kompetisi A-League.

Kala itu, Shaun tengah memimpin pertandingan yang mempertemukan Sydney FC kontra Wellington Phoenix. Sebuah insiden terjadi di tengah-tengah pertandingan. Bek Wellington, Michael Zullo, diklaim melakukan handball, tetapi Evans tak menutup peluitnya lantaran dirinya merasa pelanggaran itu tak terjadi.

Kalah Adu Penalti dari UEA, Langkah Timnas Indonesia Terhenti

Tak ayal, protes keras pun langsung dilakukan para pemain Sydney. Evans akhirnya memutuskan untuk mengecek insiden itu lewat teknologi video assistant referee (VAR). Ia perlu waktu hampir semenit untuk mengecek pelanggaran tersebut. Setelah melihat VAR, Evans akhirnya memutuskan untuk memberi hadiah penalti kepada Sydney karena Zullo dianggap melakukan pelanggaran.

(Djanti Virantika)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement