LIGA Inggris menjadi kompetisi paling populer di dunia. Para pencinta sepakbola di seluruh dunia pasti tidak ingin melewatkan setiap pertandingan yang disajikan kompetisi utama Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Berbagai alasan tentu saja melatarbelakangi kepopuleran Liga Inggris. Bertebarannya klub-klub dan pemain-pemain hebat menjadi salah satu alasan Liga Inggris menjadi kompetisi sepakbola yang paling banyak disaksikan di dunia.
Dengan kondisi ini, pendapatan besar pun diraup atas penyiaran pertandingan Liga Inggris setiap musimnya. Diperkirakan, dana sebesar USD2,5 miliar atau sekira Rp34,4 triliun didapatkan setiap akhir musim dari penyiaran Liga Inggris di berbagai televisi.
Selain bertebarannya pesepakbola bintang, ada beberapa alasan lain yang membuat Liga Inggris menjadi begitu populer. Nah, kali ini Okezone akan membahas alasan-alasan tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Kamis (19/4/2018), berikut lima alasan Liga Inggris menjadi kompetisi paling populer di dunia:
1. Kekuatan Keuangan
Keuangan menjadi alasan pertama yang membuat Liga Inggris menjadi begitu populer. Sebagian besar klub sepakbola kaya di dunia berada di Liga Inggris. Sebanyak 10 dari 20 tim terkaya di dunia berada di kompetisi tertinggi Negeri Ratu Elizabeth tersebut.
Diperkirakan, klub-klub top di Liga Inggris akan menerima dana senilai USD150 juta atau sekira Rp2 triliun dari pendapatan TV dan hadiah. Sementara itu, klub-klub bawah akan mendapatkan USD100 juta atau sekira Rp1,3 triliun pada akhir musim ini.

(Pendapatan klub-klub di Liga Inggris. Foto: Sportskeeda)
Pendapatan ini jauh berbeda dengan kompetisi lainnya. Di Liga Spanyol, klub-klub top diperkirakan menerima dana USD150 juta atau sekira Rp2 triliun, sementara klub-klub bawah hanya akan menerima USD60 juta hingga USD70 juta atau sekira Rp826 miliar hingga Rp963 miliar.
Dengan kondisi tersebut, daya beli klub Liga Inggris pun lebih besar ketimbang kompetisi lainnya. Mereka dapat membeli pemain-pemain bintang atau pelatih hebat lebih banyak daripada tim lainnya. Karena itu, pertandingan di Liga Inggris pun semakin menarik karena menyajikan persaingan dari persepakbola yang berkelas.
2. Pertandingan Ditayangkan di Prime Time
Faktor lainnya yang membuat Liga Inggris menjadi populer adalah disajikan di jam tayang utama (prime time). Liga Inggris berhasil ditayangkan dalam waktu tonton yang paling sesuai di sebagian besar negara di dunia. Sejauh ini, hanya negara-negara di wilayah Pasifik yang tidak mendapatkan keuntungan tersebut.
Waktu kickoff Liga Inggris di seluruh dunia sangat bervariasi, mulai dari pukul 11.00 hingga 23.00, tergantung zona waktu setiap negara. Liga Inggris pun kini kabarnya tengah mempertimbangkan untuk menayangkan 22 pertandingan di pagi hari demi meningkatkan nilai pasar Asia yang begitu besar. Hal ini akan dilakukan untuk musim 2019-2020.

(Rangking penayangan Liga Inggris di berbagai negara. Foto: Sportskeeda)
Pemindahan waktu ini dilakukan untuk membuat nyaman para penggemar Liga Inggris di seluruh dunia. Sebab, pertandingan di kompetisi ini sebagian besar ditayangkan pada akhir pekan. Jika tayang di malam hari, terutama pada Minggu, jam istirahat masyarakat dikhawatirkan akan terganggu karena mereka akan bekerja keesokan harinya. Apabila hal ini benar-benar dilakukan, pertandingan Liga Inggris diyakini akan disaksikan lebih banyak orang.
3. ‘The Fantasy Premier League’ (FPL)
Game online ‘The Fantasy Premier League’ (FPL) juga turut mendompleng nama Liga Inggris menjadi begitu populer. Game ini telah meraih kesuksesan besar di antara penggemar sepakbola di seluruh dunia.
Game online ini memiliki situs web khusus yang membuat pemain dapat membuat tim dan liga mereka sendiri. Kemudian, mereka akan bersaing satu sama lain, mendapatkan laporan, serta pembaruan tentang pemain yang cedera.

(‘The Fantasy Premier League’. Foto: Sportskeeda)
Permainan ini telah membantu terciptanya komunitas Liga Inggris yang lebih besar. Sebab, game tersebut dapat membuat penggemar lebih merasakan memiliki Liga Inggris. Dengan FPL, penggemar tidak hanya mengikuti pertandingan besar antara klub top, tetapi juga dengan klub bawah untuk melihat apakah pemain dapat meraih poin.
Penciptaan game ini dilakukan untuk memastikan penggemar tertarik secara keseluruhan dengan Liga Inggris, bukan hanya dengan beberapa pemain bintang. Keberhasilan FPL pun membuat nama Liga Inggris semakin tersohor.
4. Dampak Bahasa Inggris
Tanpa dimungkiri, penggunaan bahasa Inggris di kompetisi tertinggi Negeri Ratu Elizabet tersebut telah membantu penonton semakin mudah menikmatinya. Sebab, masyarakat kini hidup di dunia yang didominasi oleh bahasa Inggris.
Pada 2017, lebih dari 743 juta orang di seluruh dunia berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua dan lebih dari 378 juta orang menyebutnya sebagai bahasa pertama atau asli. Secara keseluruhan, sekira 1,12 miliar orang mengetahui bagaimana berbicara bahasa Inggris. Karena itu, bahasa Inggris pun menjadi yang paling populer di dunia.

(Nonton bareng pertandingan Liga Inggris di India. Foto: Sportskeeda)
Dua benua terpadat di dunia, yakni Asia dan Afrika, kebanyakan orang lebih suka menonton pertandingan sepakbola dengan komentar dan analisis menggunakan bahasa Inggris. Hal ini terjadi karena sejarah penjajahan Inggris yang begitu luas. Selain itu, pemirsa dari negara-negara penutur asli bahasa Inggris, seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Kanada, tentu saja juga lebih menyukai hal yang sama.
Meskipun biasanya ada komentar bahasa Inggris untuk liga-liga besar Eropa lainnya, orang tetap saja menyukai Liga Inggris karena kualitas komentar dan analisis pra atau pasca pertandingan akan berbeda. Biasanya, kualitas penggunaan bahasa Inggris di kompetisi lain di Eropa akan lebih rendah dibandingkan Liga Inggris. Hal inilah yang membuat Liga Inggris semakin populer.
5. Hiburan Berkualitas Tinggi
Liga Inggris dinilai sebagai kompetisi yang menyajikan drama dan hiburan berkualitas tinggi. Hal tersebut bahkan tersaji di setiap musimnya. Drama dan hiburan ini tercipta karena kesenjangan yang tak terlalu kentara antara klub top dan klub bawah di Liga Inggris. Sementara kualitas yang jauh berbeda, terlihat jelas di liga lainnya di Eropa.
Kondisi ini telah menciptakan ketertarikan tersendiri dari masyarakat untuk menyaksikan setiap pertandingan. Misalnya, pada awal 2018, sepekan setelah Liverpool mengalahkan Manchester City di Anfield, The Reds –julukan Liverpool– kalah dari klub bawah, yakni Swansea City.

(Laga Man United vs WBA. Foto: Sportskeeda)
Begitu juga dengan Manchester United. Setelah menang dengan mengesankan melawan Manchester City, Man United harus menelan kekalahan di Old Trafford. Kekalahan itu diterima saat menghadapi klub papan bawah, yakni West Bromwich Albion (WBA). Hal seperti inilah yang membuat Liga Inggris tidak dapat diduga dan begitu menarik untuk disaksikan.
(Ramdani Bur)