MADRID – Winger Real Madrid, Lucas Vazquez, menilai keberhasilan timnya melaju ke semifinal Liga Champions dalam delapan musim terakhir, membuat iri klub-klub lain terutama Juventus. Karena itu, Vazquez tak heran melihat personel Bianconeri –julukan Juventus– begitu marah usai laga yang mempertemukan timnya kontra Juventus di leg II perempatfinal Liga Champions 2017-2018.
Terhitung sejak musim 2010-2011, Los Blancos –julukan Madrid– selalu ambil bagian di semifinal Liga Champions. Akan tetapi ketimbang musim-musim sebelumnya, edisi 2017-2018 jadi yang paling dramatis bagi Madrid.
(Ronaldo usai cetak gol ke gawang Juventus. Foto: REUTERS)
Sempat menang 3-0 pada leg I yang berlangsung di kandang Juventus, Madrid mengalami situasi sulit saat mentas di pertemuan kedua. Tampil di kandang sendiri yakni Santiago Bernabeu, Madrid tertinggal 0-3 hingga pertandingan memasuki menit 90. Jika skor itu bertahan hingga masa injury time berakhir, pertandingan akan dilanjutkan ke babak tambahan 2 x 15 menit.
BACA JUGA: Zidane Ungkap Alasan Tidak Datangkan Kepa di Bursa Transfer Musim Dingin 2018
Akan tetapi di menit kedua injury time, Juventus dihukum penalti setelah Mehdi Benatia dinilai melakukan pelanggaran terhadap Vazquez. Tidak senang dengan keputusan itu, kapten Juventus Gianluigi Buffon melalukan protes yang berujung dikeluarkannya kiper berusia 40 tahun itu dari lapangan.
(Pemain Juventus saat melakukan protes kepada wasit. Foto: REUTERS)
Pada akhirnya, Madrid mendapatkan penalti yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Cristiano Ronaldo. Meski kalah 1-3, namun Madrid tetap lolos ke semifinal karena unggul agregat 4-3 atas Juventus. Selepas laga, pemain-pemain Juventus yang berada di lapangan hingga yang ada di bench terlihat emosi, atas keputusan wasit yang memberikan mereka hukuman penalti.
BACA JUGA: Zidane: Bayern Tetap Berbahaya meski Tanpa Vidal
“Itu jelas penalti. Orang-orang memberikan banyak perhatian atas sesuatu yang telah terjadi. Penalti jadi lebih banyak dibahas di Spanyol ketimbang di Italia. Kami telah menyakiti banyak orang setelah memastikan lolos ke semifinal dalam delapan musim beruntun. Kami membuat orang-orang iri kepada kami,” kata Vazquez mengutip dari Calciomercato, Rabu (18/4/2018).
Selanjutnya di semifinal, Madrid akan bersua Bayern Munich. Dalam delapan musim terakhir, ini merupakan pertemuan ketiga mereka di semifinal Liga Champions. Pada dua edisi sebelumnya, Bayern dan Madrid saling mengalahkan. Pada 2011-2012 Bayern yang unggul, sementara di musim 2013-2014 giliran Madrid yang melaju ke partai puncak setelah menang agregat 5-0.
(Ramdani Bur)