nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Alasan Barcelona Wajib Pertahankan Valverde, Nomor 1 Faktor Terkuat

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 10:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 46 1887594 4-alasan-barcelona-wajib-pertahankan-valverde-nomor-1-faktor-terkuat-jU2rM8N4dc.jpg Valverde layak dipertahankan Barcelona. (Foto: AFP/LLuis Gene)

BARCELONA menunjuk Ernesto Valverde sebagai pelatih pada musim panas 2017. Pelatih berusia 54 tahun itu dikontrak selama dua tahun dan membuatnya terikat hingga 30 Juni 2019. Di musim pertamanya menangani Barcelona, raihan yang dicapai Valverde terhitung baik.

Dari 52 penampilan di semua kompetisi, Valverde mengantarkan Blaugrana –julukan Barcelona– meraih 37 menang, 11 imbang dan hanya empat kalah. Hasilnya pun positif, di mana Barcelona tampil kukuh di tiga ajang yang mereka ikuti yakni Liga Spanyol, Copa del Rey dan Liga Champions.

Hingga pekan 32 Liga Spanyol 2017-2018, Barcelona duduk di puncak klasemen dengan koleksi 82 angka. Mereka unggul 11 poin dari Atletico Madrid di posisi dua. Untuk menjadi kampiun, Barcelona tinggal membutuhkan tujuh poin tambahan. Sementara itu di Copa del Rey, Barcelona sudah melenggang ke partai puncak dan akan bersua Sevilla.

Di Liga Champions? Barcelona memang sudah tersingkir di perempatfinal. Akan tetapi, Barcelona hanya mengalami satu kekalahan saat langkah mereka terhenti di perempatfinal. Karena itu, banyak pihak beranggapan, Valverde tak pantas dipecat Barcelona.

Berikut empat alasan Barcelona wajib pertahankan Valverde, mengutip dari Sportskeeda:

4. Tak Ada Pelatih yang Lebih Bagus ketimbang Valverde

(Foto: AFP/Lluis Gene)

Jika Barcelona memecat Valverde, yang jadi pertanyaan, siapa pelatih Blaugrana selanjutnya? Saat ini, pelatih yang benar-benar memahami gaya permainan Barcelona sudah menangani klub-klub lain. Sebut saja Josep Guardiola bersama Manchester City dan Eusebio Sacristan (Real Sociedad).

Sementara itu, pelatih berkualitas yang sedang menganggur ialah Carlo Ancelotti dan Luis Enrique. Akan tetapi, dua pelatih di atas menunjukkan keengganan melanjutkan karier di Spanyol, melainkan lebih tertarik melatih klub asal Inggris.

3. Valverde Coba Suntikan Darah Baru

(Foto: REUTERS/Albert Gea)

Valverde kerap dikritik karena jarang memainkan pemain muda. Contohnya, mantan pelatih Athletic Bilbao itu tak memercayakan pemain jebolan akademi La Masia, seperti yang sebelumnya dilakukan pelatih Barcelona dalam kurun 2008-2012, Josep Guardiola.

Meski begitu sebenarnya, Valverde sedang melakukan peremajaan di skuadnya. Valverde musim ini mengandalkan pemain-pemain berusia di bawah 25 tahun di lini pertahanan. Sebut saja Samuel Umtiti dan Nelson Semedo yang kini berusia 24 tahun.

Sementara itu di sektor kiri pertahanan, Valverde juga mulai memercayakan posisi itu kepada Lucas Digne yang berusia 24 tahun, untuk menggantikan tempat Jordi Alba (29). Selain itu, Valverde juga menyiapkan Philippe Coutinho (25) untuk mengisi posisi Andres Iniesta yang pada tahun ini menginjak usia 34 tahun.

2. Potensi Raih Double Winner

(Foto: REUTERS/Jon Nazca)

Barcelona memang tersingkir di Liga Champions, namun bukan berarti Luis Suarez dan kawan-kawan tak bisa berjaya di ajang lain. Barcelona berpotensi meraih double winner (Liga Spanyol dan Copa del Rey) musim ini. Bahkan tak hanya berpotensi, peluang menjadi yang terbaik di dua ajang di atas sangat-sangat terbuka.

Pencapaian Valverde sudah jauh lebih baik ketimbang Tito Villanova atau Gerardo Tata Martinez, pelatih-pelatih yang pernah menangani Barcelona di era kejayaan mereka. Pencapaian Valverde hanya kalah dari Guardiola dan Enrique yang memberikan treble winner bagi publik Estadio Camp Nou.

1. Memiliki Ruang untuk Berkembang

(Foto: AFP/LLuis Gene)

Jika menutup musim dengan koleksi dua trofi, itu bukanlah sesuatu yang buruk. Bahkan sebelum musim ini, terakhir kali Barcelona meraih minimal dua trofi ialah pada 2015-2016, atau musim kedua ditangani Enrique.

Selain itu, Barcelona memiliki ruang untuk berkembang. Sebab musim depan, Barcelona bisa memanfaatkan kualitas Coutinho secara penuh. Sekadar diketahui, Coutinho baru bergabung di tengah musim 2017-2018. Ditambah lagi, gelandang berpaspor Brasil itu hanya diperbolehkan tampil di kompetisi domestik.

1 / 4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini