nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Alasan Barcelona Wajib Pecat Valverde, Nomor 1 Faktor Utama

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 16 April 2018 10:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 16 46 1887094 5-alasan-barcelona-wajib-pecat-valverde-nomor-1-faktor-utama-etCrny2wmP.jpg Valverde berpotensi dipecat Barcelona. (Foto: AFP)

BARCELONA dominan di Liga Spanyol 2017-2018. Hingga pekan 32, Blaugrana –julukan Barcelona– mengoleksi 82 angka, unggul 11 poin dari Atletico Madrid di posisi dua. Sementara itu di Copa del Rey, Barcelona sudah melenggang ke partai puncak dan akan bersua Sevilla.

Meski begitu banyak pihak beranggapan, klub sebesar Barcelona seharusnya tak hanya berjaya di level domestik, melainkan juga berprestasi di Liga Champions. Sebab mereka diperkuat pemain-pemain top dunia semisal Lionel Messi, Luis Suarez, Andres Iniesta dan lain-lain. Akan tetapi kenyataannya, Barcelona tak dapat berbicara banyak di Liga Champions 2017-2018.

Blaugrana –julukan Barcelona– keok di perempatfinal setelah disingkirkan AS Roma. Setelah tersingkirnya Barcelona, ada beberapa nada sumbang yang menginginkan sang entrenador, Ernesto Valverde, dipecat. Setidaknya ada lima alasan mengapa Barcelona wajib memecat Valverde.

Berikut 5 alasan Barcelona wajib pecat Valverde, mengutip dari Sportskeeda:

5. Minim Rotasi Pemain

(Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)

Valverde jarang melakukan rotasi pemain. Pelatih berusia 54 tahun itu i sudah memiliki The Winning Team sehingga enggan melakukan rotasi pemain. Bahkan dalam 24 pertandingan terkini, hampir di setiap laga, starting XI Barcelona selalu itu-itu saja. Akibatnya tenaga Messi dan kawan-kawan terkuras dan hasilnya terlihat di laga leg II perempatfinal Liga Champions kontra Roma.

Di laga tersebut, pemain-pemain Barcelona miskin kreativitas akibat kelelahan. Alhasil, Barcelona takluk 0-3 dan tersingkir di fase tersebut. Musim ini, Ivan Rakitic jadi pemain yang paling banyak merumput, yakni di 49 pertandingan disusul Messi dengan 48 laga.

4. Enggan Mempromosikan Pemain Muda dari La Masia

(Foto: AFP/Lluis Gene)

Ketika menangani Barcelona, Josep Guardiola kerap mempromosikan pemain muda jebolan akademi La Masia. Salah satu pemain yang mendunia setelah dipromosikan Guardiola ialah Sergio Busquets dan Thiago Alcantara. Bagaimana dengan Valverde? Mantan pelatih Athletic Bilbao itu terlihat enggan mempromosikan pemain muda karena takut berefek kepada performa tim

Padahal, Cules –sebutan untuk Fans Barcelona– berharap Valverde memberi kesempatan kepada Carles Alena dan Marc Cucurela yang dinilai memiliki kualitas untuk membela tim utama Barcelona. Musim ini, Valverde hanya beberapa kali memainkan Jose Arnaiz dari Barcelona B, namun pesepakbola berusia 22 tahun itu merupakan pemain jebolan Real Valladolid, bukan La Masia.

3. Kurang Reaktif

(Foto: REUTERS/Andrew Boyers)

Valverde terlalu kaku alias jarang mengganti pemain di momen-momen genting. Ambil contoh saat Barcelona beberapa kali ditekan Roma di leg II perempatfinal Liga Champions. Bek Barcelona, Gerard Pique, disebut-sebut beberapa kali menyarankan Valverde memasukkan Ousmane Dembele untuk menggantikan Sergi Roberto di pos winger kanan.

Akan tetapi, Valverde agak telat dalam mengambil keputusan. Dembele baru dimasukkan di menit 85, dalam kondisi Barcelona sudah tertinggal 0-3.

2. Gaya Permainan yang Kaku

(Foto: AFP/Lluis Gene)

Di bawah arahan Valverde, Barcelona memainkan pola 4-4-2. Pola tersebut berjalan lancar di kompetisi domestik, namun tidak di Liga Champions. Beberapa kali ketika Messi dimatikan atau tidak dalam performa terbaik, Barcelona kesulitan meraih kemenangan.

Hal itu beberapa kali terjadi ketika Barcelona ditahan Juventus 0-0, menahan Chelsea 1-1 dan takluk 0-3 dari Roma. Jelas demi menyelamatkan masa depannya di Estadio Camp Nou, Valverde wajib lebih fleksibel dalam menampilkan strategi yang dimainkan.

1. Mental Valverde Dinilai Tak Cukup Kuat untuk Tangani Barcelona

(Foto: REUTERS/Alkis Konstantidis)

Sebelum menangani Barcelona, Valverde hanya melatih klub-klub menengah macam Bilbao, Espanyol dan Villarreal. Klub yang masuk kategori lumayan hanyalah Valencia dan Raksasa Yunani, Olympiakos.

Akan tetapi, figur Valverde dinilai tak cukup cakap untuk menangani megabintang macam Messi. Valverde dinilai hanya cocok menangani Barcelona dalam jangka waktu pendek, bukan panjang. Karena itu jangan heran saat kontraknya habis pada 30 Juni 2019, Valverde tak lagi mendapatkan tawaran perpanjangan masa bakti dari manajemen Barcelona.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini