nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

FFI Resmi Berhentikan Vic Hermans sebagai Pelatih Timnas Futsal Indonesia

Bagas Abdiel, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 30 51 1823141 ffi-resmi-berhentikan-vic-hermans-sebagai-pelatih-timnas-futsal-indonesia-pKD0PafzAN.jpg Vic Hermans (Foto: Anca/Okezone)

JAKARTA - Pelatih asal Belanda, Vic Hermans resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Futsal Indonesia per Kamis (30/11/2017). Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Futsal Indonesia (FFI) Edy Prasetyo di sela-sela pemaparan rencana program 2018 pada kongres FFI.

Sejatinya kontrak Vic Hermans bersama Timnas Futsal Indonesia habis pada Desember 2017. Tetapi tak optimalnya prestasi Timnas Futsal Indonesia di bawah arahan pelatih berpaspor Belanda itu membuat FFI gerah untuk segera mencari pelatih baru yang bisa kembali menaikkan prestasi futsal.

"Dia (Vic Hermans) tidak melakukan perubahan apa-apa. Bahkan Timnas mainnya lebih bagus tahun 2016. Lebih bagus, lebih berkarakter, lebih cepat lebih menggigit. Vic Hermans tidak melakukan apa pun," ungkap Edy usai melakukan pemaparan pada Kongres FFI yang ketiga, Kamis (30/11/2017).

"Pelatih memiliki hak memilih pemain 100%. FFI punya hak menanyakan tapi tidak mengatur. Kenapa memilih pemain A atau B. Kalau jawabannya masuk akal ya sudah, kalau tidak yang tunggu tanggal mainnya, kalau kalah kita sikat," tambahnya.

Memang jika menilik dari segi prestasi, secara keseluruhan ranking Timnas Futsal Indonesia di ranking FIFA mengalami penurunan. Pada 2016, Indonesia berhasil menempatkan diri di posisi 45, tetapi pada tahun ini, Indonesia menduduki peringkat 57. Belum lagi pada turnamen-turnamen penting Vic Hermans gagal mengantarkan Indonesia lolos fase group di AFF Futsal Championship 2017 serta gagal meraih medali di SEA Games 2017.

Sebagai penggantinya, pihak FFI kini masih menimbang untuk mencari pelatih baru. Tetapi kriteria khusus sudah ditetapkan FFI yang disepakati pada kongres tersebut. Dua diantaranya adalah dari segi prestasi dan pengalaman dunia.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini